Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Trump Dijadwalkan Bertemu Pemimpin Kosovo, Serbia, Jumat


Dari kiri: Presiden Serbia Aleksandar Vucic, Presiden AS Donald Trump dan PM Kosovo Avdullah Hoti.

Presiden AS Donald Trump, Jumat (4/9) dijadwalkan bertemu PM Kosovo Avdullah Hoti dan Presiden Serbia Aleksandar Vučić di Oval Office, sebut Gedung Putih dalam suatu pernyataan.

Trump akan menghadiri upacara penandatanganan dan berpartisipasi dalam pertemuan trilateral setelah itu, sebut pernyataan yang dikeluarkan Kamis larut malam, yang tidak merinci tentang apa yang akan ditandatangani.

Setelah hari pertama perundingan mengenai normalisasi hubungan ekonomi, Vučić mengatakan ia diberi suatu naskah perjanjian, yang menyebut tentang pengakuan bersama, dan mengatakan bahwa ia menolak rancangan tersebut.

Richard Grenell, utusan khusus Trump untuk pembicaraan perdamaian antara Kosovo dan Serbia, menulis di Twitter bahwa hal tersebut tidak benar.

Hoti sendiri tidak berkomentar mengenai apakah ada proposal semacam itu. Namun ia menekankan bahwa “perjanjian merugikan bagi Kosovo, yang tidak dapat diterima sama sekali bagi Kosovo, tidak pernah datang dan tidak akan pernah datang dari Gedung Putih.”

Pada Kamis malam, setelah para pemimpin dari Beograd dan Pristina itu mengakhiri perundingan hari pertama mereka, Grenell menulis dalam cuitannya, “Ini hari yang produktif. Saya penuh pengharapan.”

Sebelumnya, penasihat keamanan nasional Trump, Robert O'Brien, yang menjadi tuan rumah bersama Grenell bagi pertemuan itu, mengemukakan nada optimistis mengenai perundingan tersebut.

O’Brien juga berterima kasih kepada American Financial Corporation for International Development, Millennium Challenge Corporation dan American Export-Import Bank, karena turut bergabung dalam pembicaraan itu.

Seusai pertemuan hari Jumat di Gedung Putih, Hoti and Vučić dijadwalkan bertemu secara terpisah dengan Menteri Mike Pompeo di Departemen Luar Negeri.

Kosovo menyatakan kemerdekaannya dari Serbia pada tahun 2008, tetapi Serbia telah menolak mengakuinya. Kemerdekaan Kosovo juga tidak diakui oleh Rusia atau China.

Namun kemerdekaan Kosovo telah diakui oleh 100 lebih anggota PBB, termasuk AS, dan sebagian besar anggota Uni Eropa, kecuali Slovakia, Siprus, Yunani, Romania dan Spanyol. [uh/ab]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG