Tautan-tautan Akses

Presiden Taiwan: Demokrasi tengah Menghadapi Tantangan Terbesarnya


Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengacungkan jempolnya ketika tiba di upacara Hari Nasional Taiwan di Taipei, pada 10 Oktober 2022. (Foto: AFP/Sam Yeh)
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengacungkan jempolnya ketika tiba di upacara Hari Nasional Taiwan di Taipei, pada 10 Oktober 2022. (Foto: AFP/Sam Yeh)

Demokrasi dan tatanan berbasis aturan menghadapi “tantangan terbesarnya sejak Perang Dingin,” kata Presiden Taiwan Tsai Ing-wen memperingatkan pada Senin (24/10).

Pada acara Majelis Global Gerakan Dunia untuk Demokrasi ke-11 di Taipei, Tsai mengatakan bahwa dunia harus “memerangi upaya rezim otoriter untuk merusak institusi demokrasi dan menodai hak asasi manusia dan ruang sipil.” Ia menambahkan, “invasi Rusia yang tidak beralasan ke Ukraina adalah contoh utama” upaya tersebut.

“Taiwan telah dihadapkan pada ancaman yang semakin agresif dari China, dari intimidasi militer, serangan siber dan paksaan ekonomi, hingga ke kegiatan garnisun dan operasi penyebaran pengaruh,” kata Tsai di hadapan majelis.

Tsai menekankan kembali komitmen Taiwan untuk mendukung Ukraina dalam apa yang digambarkannya sebagai “perjuangan mereka untuk mempertahankan negara dan kemerdekaan mereka.”

“Tantangan yang disebabkan oleh rezim otoriter adalah peringatan penting bagi entitas-entitas demokratis di seluruh dunia. Sementara tantangan luar biasa tetap ada, kita harus bekerja sama untuk memperkuat ketahanan kita dan menjaga nilai-nilai kita,” tambahnya.

Majelis Global Gerakan Dunia untuk Demokrasi ke-11 yang digelar selama tiga hari itu merupakan acara yang digagas pada tahun 1999. Acara itu mempertemukan sekitar 300 pegiat pro-demokrasi dan pengambil kebijakan dari 70 negara, yang diselenggarakan bersama dengan Yayasan Taiwan untuk Demokrasi dan National Endowment for Democracy yang bermarkas di AS. [rd/rs]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG