Tautan-tautan Akses

Presiden Mesir Keluarkan Peringatan Keras Politisi Oposisi


Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi di Istana Elysee, Paris, 26 November 2014. (Foto: dok).

Presiden Mesir, Rabu (31/1), mengeluarkan peringatan keras terhadap para politisi oposisi yang menyerukan pemboikotan pemilihan presiden Maret mendatang. Abdel-Fattah el-Sissi mengatakan, ia akan mati lebih dulu sebelum membiarkan siapapun mengacaukan keamanan negara.

Jenderal yang berganti jabatan menjadi presiden itu mengungkapkan hal tersebut satu hari setelah sebuah koalisi partai-partai oposisi dan tokoh-tokoh publik menyerukan pemboikotan terhadap pemungutan suara tanggal 26 hingga 28 Maret yang menurut mereka sebuah kebohongan.

Sebelumnya pekan ini, lima tokoh oposisi termasuk seorang kandidat presiden pada pemilihan 2012 dan dua manajer kampanye berpengaruh yang berpeluang meraih kursi kepresiden namun kemudian ditangkap, juga menyerukan pemboikotan itu dan mendesak rakyat Mesir untuk tidak mengakui hasil pemilihan.

Tindakan mereka itu segera mendapat tanggapan keras pihak berwenang yang di bawah kepemimpinan el-Sissy tidak mentolerir pembangkangan. Tanggapan el-Sissy sendiri mendorong munculnya semakin banyak kecaman terhadap gaya pemerintahannya yang otoriter.

El-Sissi diperkirakan memenangkan pemilihan untuk masa jabatan empat tahun keduanya. Munculnya saingan baru el-Sissy pada waktu belakangan menyelamatkan muka pemerintah dari kemungkinan menyelenggarakan pemilihan dengan hanya satu kandidat yang sejauh ini telah mengundang kecaman dan cemoohan di media sosial.

Tanpa menyinggung pemboikotan, el-Sissi mengancam bahwa jika usaha untuk mengganggu kestabilan negara berlanjut, ia akan meminta rakyat memberinya mandat untuk memerangi kekerasan dan terorisme, persis seperti mandat yang dimintanya pada Juli 2013, tidak lama setelah ia menggulingkan presiden Mesir yang terpilih untuk pertama kalinya secara demokratis, Mohammed Morsi. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG