Tautan-tautan Akses

Presiden Korsel Ingin Bantu Trump Buat Kesepakatan dengan Korut


Presiden baru Korea Selatan Moon Jae-in di Seoul, Korea Selatan (Foto: dok).

Presiden baru Korea Selatan Moon Jae-in bermaksud untuk membuka kembali jalur-jalur dialog dan kerja sama antar Korea, meskipun Pyongyang terus melakukan ujicoba misil dan AS menyerukan sanksi yang lebih berat terhadap Korea Utara.

Pemimpin liberal itu memenangkan pemilu khusus presiden awal Mei lalu menyusul pemakzulan Park Geun-hye atas dugaan terlibat dalam skandal korupsi jutaan dolar. Park sendiri membantah semua tuduhan kriminal terkait skandal itu, termasuk penyuapan, pada awal proses peradilannya Selasa (23/5).

Meninggalkan kebijakan-kebijakan keras yang diberlakukan pendahulunya, Presiden Moon ingin menyeimbangkan sanksi internasional yang diberlakukan terhadap pemerintah Kim Jong-un dengan insentif-insentif positif untuk meredakan ketegangan dan membangun kepercayaan.

Moon Chung-in, yang ditunjuk Presiden Moon sebagai pembantu khusus untuk keamanan dan diplomasi, mengatakan, pemimpin baru Korea Selatan ini ingin kedua Korea bisa melangsungkan program kerja sama dan pertukaran. Mantan utusan Korea Selatan untuk urusan keamanan internasional itu juga mengatakan, presiden baru itu menginginkan program-program bantuan tetap berjalan, termasuk bantuan kemanusiaan.

Moon Chung-in memang ditunjuk presiden baru untuk memformulasikan program-program yang ditujukan untuk merangkul Korea Utara.

Presiden Moon Jae-in, menurut Moon Chung-in juga terbuka pada usulan Beijing yang akan meminta Pyongyang menghentikan uji coba nuklir dan misilnya dengan syarat latihan bersama militer AS-Korea Selatan dihentikan.

Lebih lanjut pembantu khusus itu mengatakan, jika Korea Utara berhenti melakukannya, presiden kemungkinan akan mempertimbangkan untuk membuka kembali kompleks industri bersama Kaesong dan proyek Wisata Gunung Kumgang. [ab/as]

XS
SM
MD
LG