Tautan-tautan Akses

Presiden Kolombia Tawarkan Hadiah Bagi Yang Tahu Soal Pemboman Mall


Petugas polisi dan petugas keamanan berdiri di pintu masuk pusat perbelanjaan Centro Andino setelah dan ledakan mengguncang gedung tersebut, di Bogota, Kolombia, 17 Juni 2017.
Petugas polisi dan petugas keamanan berdiri di pintu masuk pusat perbelanjaan Centro Andino setelah dan ledakan mengguncang gedung tersebut, di Bogota, Kolombia, 17 Juni 2017.

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos menawarkan hadiah 35 ribu dolar bagi siapa pun yang memiliki informasi tentang pelaku pemboman di sebuah pusat perbelanjaan mewah di Bogota hari Sabtu lalu (17/6).

Tiga orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka dalam ledakan di kamar mandi perempuan di “Centro Andino” di pusat kota Bogota.

“Dalam menghadapi tindakan pengecut seperti kemarin, warga Kolombia harus bersatu dan saling mendukung,” ujar Santos hari Minggu (18/6). “Kami tidak akan membiarkan apa yang telah dicapai sejauh ini terhenti oleh segelintir ekstremis, pengecut atau mereka yang tidak menginginkan rekonsiliasi rakyat Kolombia,” tambahnya.

Bom itu meledak disamping toilet ketika pusat perbelanjaan itu sedang dipadati pengunjung yang berbelanja untuk mempersiapkan “Hari Ayah”.

Diantara korban tewas terdapat seorang perempuan Perancis yang bekerja sebagai sukarelawan di sebuah sekolah yang miskin di pemukiman Bogota.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggungjawab. Kecurigaan ditujukan pada kelompok pemberontak kedua terbesar di negara itu yaitu Tentara Pembebasan Nasional ELN, yang menolak bergabung dengan kelompok pemberontak FARC menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah.

Tetapi ELN – yang sedang merundingkan perdamaian – mengutuk pemboman dan serangan terhadap warga sipil itu. ELN berada di balik serangan Februari lalu yang menewaskan seorang polisi. [em]

XS
SM
MD
LG