Tautan-tautan Akses

Presiden Irak Janjikan Pemilu Baru, Demonstran Tidak Puas


Seorang pengunjuk rasa anti-pemerintah mengacungkan tanda kemenangan di hadapan massa yang berkumpul di Lapangan Tahrir di Baghdad, Irak, 31 Oktober 2019.

Presiden Irak Barham Saleh berjanji untuk mengadakan pemilihan dini segera setelah mendapatkan kandidat pengganti Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi yang bisa diterima.

Tetapi kata-kata Saleh pada Kamis (31/10) tampaknya tidak banyak membantu meyakinkan para pengunjuk rasa yang setiap hari menggelar demo anti-pemerintah. Demo-demo itu berubah menjadi kekerasan. Lebih dari 250 orang telah tewas, dan ribuan lainnya terluka dalam dua gelombang demonstrasi terpisah pada Oktober.

"Perdana Menteri menyatakan kesediaannya untuk mengajukan pengunduran dirinya, meminta partai-partai politik untuk mencapai kesepakatan mengenai alternatif yang bisa diterima," kata Saleh dalam pidato yang disiarkan televisi.

Ia mengatakan perdana menteri baru hanya bisa dipilih berdasarkan undang-undang pemilu baru yang katanya dimaksudkan untuk menghindari "kekosongan konstitusional." Saleh mengatakan, "legitimasi kekuasaan tidak hanya datang dari rakyat."

Tetapi sebagian pengunjuk rasa mengatakan kemarahan mereka lebih dari sekedar mengenai perdana menteri. Para pendemo mengatakan seluruh pemerintah harus pergi.

"Saleh seharusnya tahu rakyat Irak tidak akan menjadi antek lagi. Rakyat telah mencapai tahap mengetahui apa yang menguntungkan mereka. Partai-partai telah melakukan tindakan keji yang terang-terangan bagi rakyat," kata seorang pengunjuk rasa.

Yang lainnya mengibarkan bendera dan menyalahkan pemerintah atas kekerasan tersebut.

Saleh mengatakan "pihak-pihak yang melanggar hukum" bertanggung jawab atas mereka yang tewas dan terluka, dan mengatakan semua senjata harus diserahkan pada pengawal negara.

Mahasiswa dan pihak lainnya tidak menunjukkan tanda-tanda akan menurunkan intensitas demonstrasi harian mereka yang sudah memadati lapangan-lapangan pusat kota Baghdad dan kota-kota lain.

Para demonstran marah atas dugaan korupsi, ekonomi yang lamban dan layanan pemerintah yang buruk, meskipun Irak kaya dari industri minyak. [my/ft]

XS
SM
MD
LG