Tautan-tautan Akses

Presiden Irak Cela Pernyataan Trump yang Ingin Pertahankan Pangkalan di Negaranya


Presiden Irak Barham Salih

Presiden Irak hari Senin (4/2) mengecam Presiden Donald Trump yang mengatakan ingin mempertahankan pasukan AS di Irak “untuk mengawasi Iran”. Ia mengatakan, pemimpin AS itu tidak meminta izin Irak untuk melakukan pengawasan itu.

“Kami mendapati pernyataan itu aneh,'' kata Barham Salih, berbicara dalam sebuah forum di Baghdad.

Salih mengatakan, keberadaan pasukan AS di Irak itu bagian dari kesepakatan antara dua negara dan dengan misi khusus membantu perang melawan kelompok ISIS, dan memerangi “terorisme”. Ia mengatakan, undang-undang Irak melarang Irak digunakan sebagai pangkalan yang dapat mengancam kepentingan atau keamanan negara-negara tetangga.

"Jangan terlalu membebani Irak dengan masalah Anda sendiri," tambahnya.

Salih menanggapi komentar Trump itu dalam sebuah wawancara dengan CBS News ''Face the Nation'' di mana Trump mengatakan, AS mempunyai “pangkalan hebat'' di Irak yang ingin ia pertahankan “karena saya ingin bisa mengawasi Iran.''

"Kita menghabiskan banyak uang untuk membangun pangkalan yang hebat ini," kata Trump.

“Kami mungkin juga akan tetap memakai pangkalan itu. Salah satu alasan saya ingin mempertahankannya, karena saya ingin bisa memantau Iran karena Iran benar-benar merupakan masalah nyata,'' tambahnya.

Dia mengatakan pangkalan AS di Irak berada di lokasi yang sempurna untuk melihat seluruh bagian yang berbeda di Timur Tengah yang bermasalah.'' (ps/ab)

XS
SM
MD
LG