Tautan-tautan Akses

Presiden dan Wapres AS akan Bertemu Keluarga Martin Luther King pada Peringatan 60 Tahun 'March on Washington'


Peringatan 60 tahun pidato bersejarah March On Washington dan Martin Luther King Jr "I Have a Dream" di Lincoln Memorial di Washington D.C. (Foto: Reuters)
Peringatan 60 tahun pidato bersejarah March On Washington dan Martin Luther King Jr "I Have a Dream" di Lincoln Memorial di Washington D.C. (Foto: Reuters)

Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris pada Senin (28/8) dijadwalkan bertemu dengan keluarga Martin Luther King Jr. pada peringatan 60 tahun March on Washington. King pada pawai itu menyampaikan pidatonya yang terkenal, I Have a Dream, di Monumen Lincoln.

Semua anak King telah diundang, kata para pejabat Gedung Putih.

Presiden dari partai Demokrat itu mengulangi sejarah dengan membuka kantor presiden, Oval Office, bagi keluarga King. Pada 28 Agustus 1963, hari berlangsungnya Pawai di Washington untuk Pekerjaan dan Kebebasan, Presiden John F. Kennedy menerima King dan tokoh-tokoh penyelenggara lainnya ke Oval Office untuk mengadakan pertemuan.

Gedung Putih tidak memasukkan pertemuan itu ke jadwal publik Biden untuk hari Senin.

Anggota Delta Sigma Theta Sorority Inc. berfoto di depan Lincoln Memorial di Washington, saat mereka berkumpul untuk memperingati 60 tahun March on Washington untuk Pekerjaan dan Kebebasan, 26 Agustus 2023. (Foto: AP)
Anggota Delta Sigma Theta Sorority Inc. berfoto di depan Lincoln Memorial di Washington, saat mereka berkumpul untuk memperingati 60 tahun March on Washington untuk Pekerjaan dan Kebebasan, 26 Agustus 2023. (Foto: AP)

Biden juga akan mengadakan resepsi pada Senin (28/8) malam untuk memperingati 60 tahun Komite Pengacara untuk Hak-Hak Sipil Berdasarkan Hukum, sebuah organisasi hukum nirlaba, nonpartisan, yang didirikan atas permintaan Kennedy untuk membantu advokasi untuk keadilan rasial.

Pawai 1963 itu masih dianggap sebagai salah satu demonstrasi keadilan rasial yang terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah AS.

Protes tanpa kekerasan ini menarik hingga 250 ribu orang ke Monumen Lincoln dan memberi momentum bagi Kongres untuk mengesahkan legislasi mengenai hak-hak sipil dan hak suara pada tahun-tahun berikutnya. King dibunuh pada April 1968 di Memphis, Tennessee.

Sabtu lalu, ribuan orang berkumpul di Alun-Alun Nasional untuk mengenang unjuk rasa itu, dengan para pembicara dan yang lain-lainnya mengatakan bahwa negara yang masih terpecah oleh ketimpangan rasial ini belum mewujudkan impian King mengenai masyarakat yang ‘buta warna’ di mana keempat anaknya “tidak akan dinilai berdasarkan warna kulit mereka tetapi oleh karakter mereka.”

Acara itu diselenggarakan oleh Drum Major Institute yang dikelola keluarga King dan Jaringan Aksi Nasional Pendeta Al Sharpton. [uh/ab]

Forum

XS
SM
MD
LG