Tautan-tautan Akses

Presiden China akan Kunjungi Rusia Minggu Depan


Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin memasuki aula untuk melakukan pembicaraan di Kremlin di Moskow, 5 Juni 2019. (Foto: AP)
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin memasuki aula untuk melakukan pembicaraan di Kremlin di Moskow, 5 Juni 2019. (Foto: AP)

Presiden Xi Jinping akan mengunjungi Rusia pada minggu depan, kata Kementerian Luar Negeri China, Jumat (17/3), perjalanan pertamanya ke Moskow dalam hampir empat tahun.

"Atas undangan Presiden Vladimir Putin dari Federasi Rusia, Presiden Xi Jinping akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia dari 20 hingga 22 Maret," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Xi terakhir mengunjungi Rusia pada 2019, meskipun Putin menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Beijing pada tahun lalu dan kedua pemimpin juga bertemu pada pertemuan keamanan regional di Uzbekistan pada September.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping membuat pancake saat berkunjung ke pameran Far East Street di sela-sela Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Rusia, 11 September 2018. (Foto: via Reuters)
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping membuat pancake saat berkunjung ke pameran Far East Street di sela-sela Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Rusia, 11 September 2018. (Foto: via Reuters)

Kedua pemimpin itu akan berbicara tentang "kerja sama strategis", menurut pernyataan Kremlin yang muncul hampir bersamaan dengan pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China.

Kedua pemimpin "akan membahas upaya memperdalam kemitraan menyeluruh dan kerja sama strategis antara Rusia dan China", termasuk di panggung internasional, kata Kremlin, sambil menambahkan bahwa dokumen-dokumen bilateral penting akan ditandatangani kedua negara.

Kunjungan itu akan dilakukan setahun setelah invasi Moskow ke negara tetangganya, Ukraina.

China telah berusaha untuk menggambarkan dirinya sebagai pihak netral dalam konflik tersebut, tetapi posisinya telah dikritik oleh beberapa pemimpin Barat karena kurang meyakinkan dan memberikan dukungan diam-diam untuk Moskow.

Dalam dokumen mengenai penyelesaian politik di Ukraina yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri China pada bulan lalu, Beijing menyerukan dialog dan menghormati kedaulatan teritorial semua negara.

China dan Rusia juga merupakan sekutu strategis, dengan kedua belah pihak sering menggembar-gemborkan apa yang mereka sebut kemitraan "tanpa batas".

Kementerian luar negeri China tidak mengonfirmasi apakah Xi juga berencana untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy ketika ditanya pada konferensi pers rutin pada hari Jumat.

Menteri luar negeri China pada Kamis mendesak Kyiv dan Moskow untuk memulai kembali pembicaraan damai "sesegera mungkin", sementara Kyiv mengatakan seruan itu juga meningkatkan pentingnya integritas teritorial Ukraina.

Beijing "berharap semua pihak akan tetap tenang, menahan diri, melanjutkan pembicaraan damai sesegera mungkin dan kembali ke jalur penyelesaian politik", kata Menteri Luar Negeri China Qin Gang kepada sejawatnya dari Ukraina Dmytro Kuleba melalui pembicaraan telepon. [ab/uh]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG