Tautan-tautan Akses

Presiden Brazil Batalkan Pengerahan Pasukan ke Ibukota


Aksi protes anti-pemerintah yang berakhir rusuh di Brasilia, Brazil hari Rabu (24/5).

Presiden Brazil hari Kamis (25/5) membatalkan perintah pengerahan militer ke jalan-jalan ibukota setelah mendapat kritik bahwa tindakan itu berlebihan dan hanya usaha untuk mencengkeram kekuasaan di tengah meningkatnya seruan pengunduran dirinya.

Dalam dekrit yang diumumkan di Official Diary, Presiden Michel Temer mencabut perintah yang dikeluarkan sehari sebelumnya, “mempertimbangkan untuk menghentikan tindak penghancuran dan kekerasan serta menegakkan kembali undang-undang dan ketertiban berikutnya.'' Kamis sore, tentara mulai meninggalkan posisi mereka di Brasilia, menurut Kementerian Pertahanan.

Pasukan itu dikerahkan Rabu malam menyusul bentrokan antara polisi dan demonstran yang menuntut pengunduran diri Temer yang dituduh korupsi. Secara keseluruhan, 49 orang terluka, termasuk satu yang menderita luka tembak.

Popularitas Temer anjlok sejak menjabat lebih dari setahun lalu setelah pendahulunya dimakzulkan dan diganti. Beberapa penasehatnya terkait penyelidikan korupsi besar-besaran di Brazil, yang dikenal sebagai Operasi Car Wash.

Kini, sebagai bagian dari penyelidikan Car Wash, Temer menghadapi tuduhan mendukung pembayaran uang tutup mulut kepada mantan anggota parlemen yang dipenjara karena korupsi. Temer membantah melakukan kesalahan.

Banyak orang Brazil menginginkan Temer turun dengan cara apa saja. Sementara itu golongan oposisi di Kongres, mengajukan beberapa permintaan untuk pemakzulannya. Hari Kamis, asosiasi pengacara Brazil mengajukan permintaan serupa.[ka/al]

XS
SM
MD
LG