Tautan-tautan Akses

Presdir Emirates Airlines Pensiun Juni Mendatang


Presiden Emirates Tim Clark. (Foto: dok)

Presiden direktur Emirates Airlines akan pensiun Juni mendatang setelah 17 tahun memimpin maskapai terbesar di Timur Tengah itu, demikian dikukuhkan perusahaan yang berbasis di Dubai tersebut, Rabu (25/12).

Pensiunnya Tim Clark dari maskapai itu diumumkan pertama kali oleh CEO Emirates Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum lewat sebuah memo perusahaan yang dikirimkan ke para pegawainya, Selasa (24/12). Tidak ada informasi mengenai siapa yang akan menggantikannya.

Clark yang bergabung dengan Emirates sejak diluncurkan tahun 1985 akan tetap duduk sebagai penasihat perusahaan.

Tokoh industri penerbangan Inggris ini meraih reputasi cemerlang di Uni Emirat Arab. Media-media setempat mempublikasikan laporan-laporan yang menunjukkan kehebatannya selama memimpin tidak lama setelah muncul kabar bahwa pria yang akan genap berusia 70 tahun November mendatang ini akan pensiun.

Gulf News yang berbasis di Dubai menggambarkannya sebagai seorang jenius yang memimpin perusahaan itu sejak 2003. The National yang berbasis di Abu Dhabi mengatakan Clarck membantu pertumbuhan Emirates ke tingkat yang luar biasa tinggi.

The National melaporkan Emirates memulai operasinya pada 1985 dengan menyewa pesawat-pesawat dari Pakistan International Airlines, dan kini memiliki armada 270 pesawat yang terbang ke 159 kota di berbagai penjuru dunia.

Biografi dirinya di situs maskapai itu menggambarkannya sebagai instrumen penting dalam transformasi Emirates menjadi raksasa dunia seperti sekarang ini.

Emirates berkembang pesat di AS dan di tempat-tempat lainnya dalam beberapa dekade terakhir, antara lain mengoperasikan penerbangan harian ke kota-kota besar di Amerika Utara seperti New York, Chicago, dan Los Angeles.

Pangkalan utamanya, Bandara Internasional Dubai, merupakan yang tersibuk di dunia untuk perjalanan internasional, dengan lebih dari 89 juta kedatangan atau transit pada tahun 2019.

Penerbangan dan pariwisata merupakan pilar utama ekonomi Dubai, dan Emirates merupakan kunci keberhasilan itu. Maskapai ini dikenal dengan layanan pelanggannya, kenyamanan dan pesawatnya yang mutakhir.

Keberhasilan Emirates dan saingannya yang lebih kecil, Qatar Airways dan Etihad Airways, yang juga berbasis di Abu Dhabi telah mengguncang maskapai penerbangan besar AS, yang menuduh maskapai-maskapai penerbangan Teluk menerima miliaran dolar subsidi pemerintah yang tidak adil. Perusahaan-perusahaan itu membantah tuduhan tersebut. [ab/uh]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG