Tautan-tautan Akses

AS

Memprediksi Masa Depan Karier Politik Donald Trump


Presiden Donald Trump saat kampanye mendukung calon senator dari Partai Republik di Dalton, Georgia, 4 Januari 2021.

Mantan Presiden AS Donald Trump memang sudah keluar dari Gedung Putih, tapi tidak dari dunia politik Amerika. Trump tetap populer di kalangan pendukung Partai Republik dan kini ia beradu kekuatan dengan sejumlah pemimpin partai dalam perebutan kekuasaan Partai Republik.

Dukungan untuk mantan presiden Donald Trump yang tidak mengendur, bahkan setelah serangan ke Gedung Kongres Amerika, Capitol Hill, dan persidangan pemakzulannya yang kedua, membuat kalangan konservatif bertanya-tanya, apakah Partai Republik masih menyediakan tempat untuk mereka.

“GOP (Grand Old Party) merupakan tempat yang sangat gelap sekarang,” kata Olivia Troye, mantan pembantu wakil presien Mike Pence. Ia menambahkan bahwa dia dan anggota partai Republik lain merasa “tidak memiliki rumah” dari sudut pandang politik.

Troye, mengundurkan diri setelah memrotes penanganan pandemi virus corona oleh pemerintahan Trump. Ia kini menjadi direktur Republican Accountability Project atau Proyek Akuntabilitas Republik, sebuah komite aksi politik yang berusaha mencopot sekutu-sekutu Trump dari Partai Republik, dan memilih politisi konservatif yang punya prinsip.

“Saya tidak mengatakan, kita bisa merehabilitasi Partai Republik dalam sekejap; kita masih jauh dari tujuan itu,” katanya. “Kami akan melakukan kajian selama beberapa tahun dan melihat arah yang hendak diambil partai.”

Republik sedang mengalami perpecahan besar, di mana Trump mengecam Mitch McConnell hanya beberapa hari setelah ketua fraksi minoritas di Senat itu memberi suara yang membebaskan Trump dari hukuman pemakzulan.

Pada Selasa (16/2), Trump menyebut McConnell sebagai “politisi dengan ambisi pribadi, suram, cemberut, dan pelit senyum.” Trump mendesak para senator Republik agar mencari pemimpin baru. Ia juga mengancam akan mendukung kandidat-kandidat Republik yang baru untuk melawan pejabat petahana dalam pemilihan berikutnya.

Meskipun McConnell sudah memberikan suara “tidak bersalah” dalam persidangan pemakzulan Trump minggu lalu, ia melontarkan kecaman sangat keras di Senat. Dia mengatakan, Trump jelas bertanggung jawab, baik secara praktis maupun moral, sebagai penghasut kejadian pada 6 Januari ketika massa pendukungnya menyerang Capitol Hill sewaktu anggota Kongres sedang melakukan sertifikasi kemenangan Biden.

McConnell mengatakan, “Presiden Trump secara praktis dan moral bertanggung jawab karena (telah) memprovokasi insiden tersebut.”

Dalam sebuah pernyataan, Trump mengatakan senator Partai Republik yang mendukung McConnell tidak akan memenangkan kembali pemilu. Ia mengancam akan mendukung calon anggota legislatif sayap kanan yang maju menantang inkumben pada pemilu tahap awal nanti.

Jason Miller, mantan penasihat kampanye Trump, menuturkan, “Tujuan utamanya adalah untuk memastikan 75 juta orang yang memberikan suara kepada Presiden Trump tahu bahwa presiden masih akan aktif dan terlibat dalam politik Amerika, bahwa ia akan terus mendorong kandidat-kandidat yang mendukung agenda Amerika yang Utama.”

Sementara itu, ketujuh senator Republik yang menyatakan Trump bersalah dalam sidang pemakzulan kini dihadapkan pada kecaman tajam dari dalam partai. Richard Burr dari North Carolina dan Bill Cassidy dari Louisiana dikecam secara keras oleh aparat Partai Republik di negara bagian masing-masing. Pat Toomey dari Pennsylvania dan Susan Collins dari Maine juga menghadapi kecaman tersebut. [jm/ka]

XS
SM
MD
LG