Tautan-tautan Akses

Prabowo: Indonesia Butuh Banyak Orang Kaya


Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, pengusaha Yani Motik dan Erwin Aksa bersama 1.500 pengusaha yang tergabung dalam Aliansi Pengusaha Nasional, di Djakarta Theater, Kamis (21/3) (Prabowo-Sandi Media Center)

Calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto mengatakan perekonomian Indonesia pada saat ini sedang terpuruk. Oleh karena itu menurutnya, Indonesia butuh banyak orang kaya agar bisa menjadikan perekonomian Indonesia lebih bergairah. Hal tersebut dipaparkannya di hadapan seribu pengusaha yang tergabung dalam Aliansi Pengusaha Nasional yang mendukung Prabowo-Sandi di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (21/3).

Menurutnya orang kaya yang banyak menjadi pengusaha ini bisa menjadi ujung tombak guna menggerakan perekonomian ke arah yang lebih baik lagi, dimana nantinya Indonesia bisa menjadi bangsa yang mandiri, tidak bergantung kepada bangsa lain, dan tentunya harus berpihak kepada rakyat.

"Kita pro bisnis, pro rakyat, kenapa? Ujung tombak kebangkitan, kemakmuran ekonomi adalah para pengusaha. Saudara-saudara ini, bayangkan 1.000 orang di sini, kalau punya 100 karyawan sudah berapa keluarga yang hidup. Kita butuh banyak orang kaya, jadi saya kebetulan orang tua saya ekonom. Salah satu ajaran beliau, tujuan pembangunan ekonomi, adalah menciptakan banyak orang kaya. Pelajaran beliau kepada saya. Padahal beliau adalah sosialis, tapi beliau mengerti pembangunan adalah menciptakan banyak orang kaya. Kalau orang kaya banyak karyawan hidup semua, ekonomi berputar, kan begitu," ujar Prabowo.

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berpidato di depan 1.500 pengusaha yang tergabung dalam Aliansi Pengusaha Nasional, di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (21/3) (Prabowo-Sandi Media Center)
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berpidato di depan 1.500 pengusaha yang tergabung dalam Aliansi Pengusaha Nasional, di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (21/3) (Prabowo-Sandi Media Center)

Prabowo berjanji bahwa ia dan Sandiaga Uno akan menjadikan Indonesia lebih makmur, kuat dan adil sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa itu, sambil tetap menjaga perdamaian.

Ditambahkannya, kalau nanti terpilih dia dan Sandiaga akan memilih putera dan puteri terbaik bangsa untuk ditempatkan pada kabinet dalam pemerintahannya mereka sehingga bukan tidak mungkin Indonesia bisa maju menjadi negara kelima dengan ekonomi terbesar di dunia.

"Kita akan bikin tim yang hebat, karena kita ingin Indonesia menang. Jadi, kita negara dengan penduduk terbesar ke-4 di dunia, sekarang ekonomi kita ke-16 terbesar, kita bisa menjadi ekonomi terbesar ke-5 ,kita harus punya mobil buatan Indonesia, kita harus punya kapal buatan Indonesia, kapal terbang buatan indonesia, komputer, kita harus punya smartphone, gadget semua buatan indonesia, kita harus punya silicon valey di Indonesia," papar Prabowo.

"Anak-anak muda inilah waktumu, ini masa depanmu, saya hanya ingin membuka jalan, saya turun gunung karena lihat generasi saya gak beres, jangan dicontoh," tandasnya.

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di depan 1.500 pengusaha di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (21/3) (Prabowo-Sandi Media Center)
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di depan 1.500 pengusaha di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (21/3) (Prabowo-Sandi Media Center)

Dalam kesempatan yang sama cawapres Sandiaga Uno juga bersyukur bahwa para pengusaha yang juga adalah sahabatnya ini mau mendukung dirinya dan Prabowo. Ia berjanji kalau terpilih akan lebih mengutamakan dan memberikan peluang dan kesempatan yang lebih banyak lagi kepada para pengusaha, agar kelak akan tercipta lapangan pekerjaan.

Sandi yang mengaku sudah berkeliling ke 1.500 titik di seluruh Indonesia ini merasakan betul suara rakyat yang membutuhkan kesempatan dan lapangan pekerjaan terutamanya bagi anak-anak muda di Indonesia. Hal yang akan dilakukan paling cepat ujarnya adalah membuka Rumah Siap Kerja, dimana nantinya anak-anak muda akan mendapat berbagai pelatihan dan informasi lapangan kerja, sehingga siap memasuki dunia kerja.

"Bung Erwin Aksa dan teman-teman yang lain menggagas Aliansi Pengusaha Nasional, dan tadi menitipkan pesan kepada Prabowo-Sandi bahwa pembangunan ke depan harus mengacu pada pasal 33 UUD 1945, dan memberikan peluang kepada pengusaha nasional, untuk bisa mengambil peran yang lebih sehingga bisa membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya. Dan salah satu yang kongkrit tadi adalah bahwa rumah siap kerja yabg di launching 3 hari yang lalu di Jakarta yang kita akan hadirkan di setiap kabupaten/kota dengan bekerja sama para pengusaha ini. Mereka memberikan informasi kepada seluruh database yang kita miliki dan nanti anak-anak muda dimanapun berada mendapatkan bimbingan, mendapatkan pengasahan keterampilan sehingga link and match-nya benar-benar secara real terjadi. Siswa SMK dan lulusan perguruan tinggi yang sulit mencari kerja akan terhubung melalui rumah siap kerja ini. Pak Prabowo juga tadi menyampaikan apresiasinya kepada pengusaha nasional bahwa ini tentunya sangat membesarkan hati kita," ujar Sandi.

"Momentum di 27 hari terakhir, kami mendapatkan berkah 1.000 pengusaha nasional dari seluruh Indonesia hadir hari ini di jakarta untuk menyampaikan sebuah pesan yang sangat kongkrit bahwa pengusaha inginkan Indonesia menang," imbuhnya.

Aliansi Pengusaha: Kita Butuh Sosok Pemimpin yang Bisa Arahkan Indonesia Lebih Baik

Sementara itu, Aliansi Pengusaha Nasional Erwin Aksa mengatakan kalangan entrepreneur ini butuh sosok pemimpin baru yang bisa mengarahkan Indonesia ke arah yang lebih baik. Selama rezim pemerintahan ini, ia dan kalangan pengusaha merasakan bahwa perekonomian tidak stabil , sehingga banyak para pengusaha yang gulung tikar. Oleh karena itu, diharapkannya sosok Prabowo-Sandi bisa membawa Indonesia keluar dari keadaan yang tidak ramah bagi pengusaha nasional ini.

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat dukungan 1.500 pengusaha yang tergabung dalam Aliansi Pengusaha Nasional, di Djakarta Theater, Kamis (21/3) (Prabowo-Sandi Media Center)
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat dukungan 1.500 pengusaha yang tergabung dalam Aliansi Pengusaha Nasional, di Djakarta Theater, Kamis (21/3) (Prabowo-Sandi Media Center)

"Kita selama 4,5 tahun ini, merasakan begitu sulitnya dunia usaha, begitu sulitnya lapangan kerja. Tidak ada satu pun usaha teman-teman yang saya tanyakan usahanya baik-baik, tidak ada satu pun usaha teman-teman yang saya tanyakan usahanya tumbuh, tidak ada satu pun usaha temah-teman yang saya tanyakan mereka bisa menjual, pasar-pasar di tanah abang menurun penjualannya, pasar-pasar di mana-mana menurun penjualannya, mall-mall pada sepi, toko-toko pada tutup, itu yang kita rasakan selama 4,5 tahun terakhir ini. Kita tidak merasakan keadilan atau navigator dari bangsa ini yang bisa membawa atau menavigasi kita harus bagaimana? Tidak ada navigasi dalam bangsa ini. Oleh karena itu kita butuh navigator baru, kita butuh pemimpin yang bisa menavigasi bangsa ini lima tahun ke depan," ungkap Erwin.

Yani Motik yang juga menggagas aliansi pengusaha nasional juga membacakan deklarasi dan rekomendasi untuk Prabowo-Sandi, yang intinya harus ada keadilan bagi pengusaha nasional di seluruh Indonesia, agar sektor-sektor bisnis vital tidak melulu dikuasai oleh pihak asing.

"Membangun sistem ekonomi indonesia untuk tujuan kemaslahatan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia dan bukan untuk kepentingan, kemakmuran per kelompok orang saja. Untuk mencapai hal tersebut maka negara harus mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru di seluruh wilayah Indonesia dengan berbagai usaha antara lain, kemudahan akses finansial, ijin berusaha, mendorong penggunaan produksi dalam negeri, serta masif agar mengurangi volume impor dan memperbaiki nilai tukar rupiah serta usaha-usaha strategis lain, agar pusat-pusat ekonomi bisa tumbuh tersebar ke seluruh lapisan masyarakat dan wilayah Indonesia," kata Yani.

Rekomendasi yang kedua adalah, melakukan upaya taktis dan berkelanjutan agar cabang-cabang kegiatan ekonomi yang vital kembali dikuasai oleh negara.

Sementara yang terakhir adalah melakukan penataan utama ekonomi Indonesia, di mana tiga pilar pelaku ekonomi, sesuai pasal 33 UUD 45. BUMN, swasta dan koperasi dinilai harus lebih berperan aktif sebagaimana diamanatkan konstitusi. Banyak BUMN yang menjalankan ekonomi yang justru tidak pada sektor-sektor vital demikian sebaliknya banyak swasta bahkan perusahaan asing yang justru menguasai ekonomi vital dan menguasai hajat hidup orang banyak, ujar Yani Motik. (gi/em)

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG