Tautan-tautan Akses

Politik Kawasan dari Latihan Militer Gabungan Indonesia AS 


Mayjen Heri Wiranto (kiri) bersama Kapten AS David Moats di markas TNI Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur, 4 Agustus 2021. (Handout/Indonesia Army / AFP)

Militer Indonesia dan AS pada Minggu mulai melakukan latihan gabungan yang difokuskan pada pertahanan pulau. Latihan bersama itu melibatkan 4.500 tentara dari kedua negara dan merupakan latihan militer gabungan terbesar Indonesia dan Amerika. Apakah ini merupakan bagian dari geopolitik di kawasan?

Latihan gabungan ini merupakan bagian dari "Garuda Shield" yang dilakukan setiap tahun oleh militer kedua negara dalam lebih dari satu dekade. Kali ini penyelenggaraannya dilakukan di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan selama dua minggu.

Manuver-manuver ini berlangsung di tengah-tengah ketegangan antara Amerika dan China sehubungan peningkatan kehadiran militer Beijing di Laut Cina Selatan.

Foto bersama tentara Indonesia dan AS di markas TNI Mulawarman di Balikpapan, Kalimantan Timur, menjelang dimulainya latihan bersama terbesar, 4 Agustus 2021 (Foto: TNI AD via AFP)
Foto bersama tentara Indonesia dan AS di markas TNI Mulawarman di Balikpapan, Kalimantan Timur, menjelang dimulainya latihan bersama terbesar, 4 Agustus 2021 (Foto: TNI AD via AFP)

Zack Cooper adalah peneliti senior di American Enterprise Institute di Washington DC dan mantan anggota Dewan Keamanan Nasional Amerika semasa pemerintahan Presiden George W. Bush. Kepada VOA, ia mengatakan hubungan militer antara Indonesia dan Amerika sudah terselenggara sejak lama, dan tidak ada hubungannya dengan memburuknya hubungan Amerika dan China.

“Saya berpendapat, penting bagi AS untuk mempertahankan hubungannya dengan Indonesia dan negara-negara lain di Asia Tenggara terlepas apa yang mereka lakukan dengan China. Ini adalah negara-negara yang penting, khususnya Indonesia, negara yang sangat besar dari segi teritorial dan penduduknya, dan berpengaruh besar di kawasan, sehingga saya berpendapat, sangat penting bagi Washington untuk memiliki hubungan baik dengan Jakarta, dan itu tidak harus tergantung pada apa yang dilakukan Jakarta dan Beijing,” jelasnya.

Charles A. Flynn, Panglima Angkatan Darat Pasifik AS berbicara dengan Kepala Staf Angkatan Darat Indonesia Jenderal Andika Perkasa saat pembukaan Latihan Gabungan Perisai Garuda Shield 2021 di Pusat Pelatihan Tempur TNI Angkatan Darat di Baturaja, Sumatera Selatan, 4 Agustus 2021. (Antara Foto/Nova Wahyudi/via Reuters)
Charles A. Flynn, Panglima Angkatan Darat Pasifik AS berbicara dengan Kepala Staf Angkatan Darat Indonesia Jenderal Andika Perkasa saat pembukaan Latihan Gabungan Perisai Garuda Shield 2021 di Pusat Pelatihan Tempur TNI Angkatan Darat di Baturaja, Sumatera Selatan, 4 Agustus 2021. (Antara Foto/Nova Wahyudi/via Reuters)

Dihubungi secara terpisah, Gilang Kembara, peneliti hubungan internasional di Center for Strategic and International Studies, CSIS, Jakarta, sependapat bahwa ini merupakan salah satu unsur dari keseluruhan kerjasama pertahanan Indonesia dan Amerika.

“Justru kalau saya perhatikan dari tahun 2020 kemarin, kebijakan diplomasi pertahanan Indonesia dengan negara-negara mitranya semakin erat, dan semakin kuat dijalankan. Kalau kita lihat ke beberapa bulan ke belakang, seluruh gugusan TNI itu sudah banyak melakukan latihan-latihan militer dengan Amerika Serikat. Memang dengan banyak meningkatnya ketidakpastian politik, dinamika politik yang berubah secara cepat, saya rasa memang bagi Indonesia hal yang paling diutamakan justru untuk meyakinkan atau setidaknya mendapat hubungan yang baik dengan mitra pertahanan yang paling erat,” komentarnya.

Politik Kawasan dari Latihan Militer Gabungan Indonesia AS
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:43 0:00

Sementara itu Jakarta juga mempererat hubungan ekonominya dengan Beijing, termasuk pengadaan vaksin virus corona dalam jumlah besar. Jadi Indonesia berusaha menciptakan keseimbangan di antara kedua kekuatan militer di kawasan, Amerika dan China.

Tetapi menurut Nikkei Asia, untuk Washington latihan gabungan ini merupakan bagian dari usahanya untuk membina front guna menghadapi peningkatan militer China di Laut Cina Selatan.

Tentara Angkatan Darat AS ambil bagian dalam pembukaan Latihan MIliter Gabungan Garuda Shield 2021 di Pusat Pelatihan Tempur Angkatan Darat Indonesia di Baturaja, provinsi Sumatera Selatan, 4 Agustus 2021. (Antara Foto/Nova Wahyudi/via Reuters)
Tentara Angkatan Darat AS ambil bagian dalam pembukaan Latihan MIliter Gabungan Garuda Shield 2021 di Pusat Pelatihan Tempur Angkatan Darat Indonesia di Baturaja, provinsi Sumatera Selatan, 4 Agustus 2021. (Antara Foto/Nova Wahyudi/via Reuters)

Dalam pidatonya di Singapura Juli lalu, Menhan Amerika Lloyd Austin memperingatkan bahwa klaim China atas kedaulatannya di Laut Cina Selatan tidak memiliki dasar dari segi hukum internasional, dan Austin mengungkapkan tekad Amerika untuk mempererat hubungannya dengan sekutu dan negara sahabat di kawasan itu.

Latihan berikutnya antara militer kedua negara direncanakan dilakukan di Amerika dalam tahun ini. [jm/ka]

Recommended

XS
SM
MD
LG