Tautan-tautan Akses

Polisi Tolak Selidiki Menteri Australia yang Dituduh Memperkosa


Perdana Menteri Scott Morrison. (Foto: dok).

Polisi, Selasa (2/3), mengesampingkan kemungkinan melakukan penyelidikan terhadap seorang menteri Kabinet Australia yang dirahasiakan namanya atas tuduhan bahwa ia memperkosa seorang gadis berusia 16 tahun lebih dari 30 tahun yang lalu.

Keputusan polisi negara bagian New South Wales itu menambah tekanan pada Perdana Menteri Scott Morrison untuk melakukan penyelidikan independen untuk memeriksa tuduhan tersebut.

Tuduhan itu telah menciptakan persoalan di Kabinet Morrison yang terdiri dari 22 menteri dengan 16 di antara mereka lelaki. Tuduhan itu juga menimbulkan keluhan tentang budaya di Parlemen yang tidak bersahabat terhadap perempuan.

Koalisi konservatif Morrison memiliki proporsi anggota parlemen perempuan yang lebih kecil daripada partai-partai lain dan telah dituduh bersikap seksis.

Tuduhan perkosaan itu muncul dalam surat kaleng yang ditujukan ke kantor perdana menteri dan tiga anggota parlemen perempuan pekan lalu.

Surat setebal 31 halaman itu berisi pernyataan dari pengadu, yang diambil oleh pengacaranya, yang merinci tuduhan pemerkosaan yang menurutnya terjadi di Sydney pada 1988. Menteri tersebut belum terpilih menjadi anggota Parlemen pada saat itu.

Surat itu, yang menyertakan kutipan-kutipan dari buku harian perempuan itu dan sebuah foto dari tahun 1988, diserahkan ketiga anggota parlemen itu dan Morrison ke polisi.

Perempuan yang masih dirahasiakan namanya itu bunuh diri di kampung halamannya di Adelaide Juni tahun lalu pada usia 49 tahun.

Morrison pada hari Senin menolak seruan untuk memecat menteri itu dan mengadakan penyelidikan, dengan mengatakan polisi harus menyelidiki terlebih dahulu.

Tetapi polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan, Selasa, bahwa “tidak ada cukup bukti untuk membuka penyelidikan ''.

Wanita itu telah meminta nasihat dari polisi negara bagian Australia Selatan di Adelaide untuk melaporkan tuduhannya pada November 2019.

Polisi New South Wales telah bertanggung jawab atas penyelidikan tersebut sejak Februari tahun lalu.

“Karena berbagai alasan, perempuan itu tidak merinci tuduhannya dalam pernyataan resminya kepada polisi New South Wales, '' kata pernyataan itu.

Menteri Keuangan Josh Frydenberg, wakil Morrison di Partai Liberal yang berkuasa pada saat itu, termasuk di antara orang-orang di pemerintahan yang menyerukan agar menteri yang dituduh itu tidak diperlakukan sebagai orang bersalah saat polisi menyelidiki.

Morrison mengatakan menteri itu “dengan keras dan sepenuhnya membantah tuduhan itu''.

Tetapi pengacara wanita itu, Michael Bradley, dan beberapa kritikus pemerintah telah meminta menteri tersebut untuk mundur sementara penyelidikan independen menyelidiki bukti-bukti.

Menteri yang dituduh itu juga berada di bawah tekanan yang meningkat untuk mengungkap identitasnya.

Partai Hijau telah membuka kemungkinan untuk mengungkap nama menteri itu di bawah perlindungan undang-undang hak istimewa parlemen ketika Parlemen kembali bersidang pada 15 Maret.

Hak istimewa yang kontroversial itu, yang umum di badan-badan legislatif Persemakmuran Inggris, mencegah anggota parlemen dituntut atas apa pun yang mereka katakan di Parlemen. Kekebalan hukum itu juga meluas ke media yang melaporkan perkataan anggota parlemen.

Mantan Perdana Menteri Malcolm Turnbull, yang digantikan Morrison dalam perebutan kekuasaan pada 2018, telah meminta menteri tersebut untuk diidentifikasi dan dicopot dari jabatannya.

Turnbull mengatakan penggugat menulis kepadanya pada 2019 untuk meminta nasihat tentang apa yang harus ia lakukan terkait tuduhan yang diajukannya.

“Menteri itu harus mengungkapkan identitas dirinya dan ia harus memberikan pernyataan komprehensif tentang apa yang diketahuinya tentang tuduhan itu, '' kata Turnbull kepada Australian Broadcasting Corp. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG