Tautan-tautan Akses

AS

Polisi Tembakkan Gas Air Mata untuk Bubarkan Demo di Portland


Para petugas penegak hukum menghalau para pedemo di Portland, Oregon, AS, 18 Juli 2020

Pasukan federal Amerika Serikat yang dilengkapi perangkat anti huru-hara kembali menggunakan gas air mata untuk membubarkan para demonstran di kota Portland, Oregon, pada Sabtu (18/7) pagi.

Padahal, polisi Portland telah dilarang oleh seorang hakim federal untuk menggunakan gas air mata guna membubarkan massa.

Sabtu (18/7) pagi, polisi Portland menyatakan bahwa demonstrasi di pusat kota itu tidak sah. Kemudian polisi lokal dan penegak hukum federal tanpa tanda pengenal yang jelas, berkumpul bersamaan untuk "menghalau demonstran," kata laporan Oregonian/OregonLive.

Kepala Polisi Portland Chuck Lovell mengatakan kepada para wartawan, Jumat (17/7), bahwa penegak hukum daerah dan federal saling berkomunikasi, tapi tidak ada yang mengontrol satu sama lain.

Seorang juru bicara Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP), Jumat (17/7), mengatakan agen-agennya telah dikerahkan ke kota itu untuk memperkuat unit baru Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security, yang ditugaskan oleh Presiden Donald Trump untuk melindungi monumen dan bangunan federal di Portland.

Pada Kamis (16/7), penjabat Sekretaris DHS Chad Wolf, yang bertemu dengan para penegak hukum federal di Portlandia, mengeluarkan pernyataan, menyebut para demonstran itu "anarkis yang diwarnai kekerasan."

Demonstrasi pada Sabtu (18/7) pagi itu merupakan protes harian terbaru di sekitar gedung pengadilan federal di Portland, sejak George Floyd, seorang laki-laki berkulit hitam, meninggal dunia saat proses penahanan oleh polisi di Minneapolis pada 25 Mei. [vm/ft]

Lihat komentar (2)

XS
SM
MD
LG