Tautan-tautan Akses

Polisi Rahasia Suriah Diadili di Jerman Atas Dakwaan Kejahatan Perang


Dua mantan polisi rahasia Suriah diadili di Jerman, Kamis (23/4). (Foto: ilustrasi).
Dua mantan polisi rahasia Suriah diadili di Jerman, Kamis (23/4). (Foto: ilustrasi).

Dua mantan polisi rahasia Suriah diadili di Jerman, Kamis (23/4), atas dakwaan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait peran mereka di sebuah penjara pemerintah Suriah di mana sejumlah besar demonstran oposisi disiksa.

Pengadilan terhadap Anwar R. dan Eyad A. - yang nama belakang mereka dirahasiakan karena undang-undang privasi Jerman - merupakan pengadilan pertama terhadap perwakilan pemerintah Suriah di luar negeri atas kejahatan perang yang diduga dilakukan semasa perang saudara yang telah berlangsung bertahun-tahun di negara itu.

Kedua terdakwa, yang ditangkap di Jerman awal tahun lalu, akan mendengarkan kesaksian dari sejumlah pengungsi Suriah yang mengaku disiksa di penjara yang dikenal dengan sebutan Al Khatib, atau Cabang 251, yang berlokasi dekat Damaskus itu.

Jaksa federal menuduh Anwar R., yang berusia 57 tahun, memimpin penjara itu sehingga bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan, pemerkosaan dan pembunuhan terhadap sedikitnya 58 orang di sana. Dakwaan jaksa itu menuduh pria itu terlibat dalam lebih dari 4.000 kasus penyiksaan.

Eyad A., 43, dituduh sebagai anggota tim polisi bertugas menahan para demonstran dan membawa mereka ke Al Khatib di mana mereka kemudian diperlakukan semena-mena.

Sedikitnya sembilan korban penyiksaan menjadi penggugat dalam kasus itu, sementara lainnya menjadi saksi. Mereka semua mendapat dukungan dari organisasi Pusat Hak Konstitusi dan HAM Eropa.

Jika terbukti bersalah Anwar R. kemungkinan dihukum penjara seumur hidup, sementara Eyad A. hingga 15 tahun penjara. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG