Tautan-tautan Akses

Polisi Filipina dan AS Cari Pemimpin Aksi Terorisme di Marawi


Kolonel A.S. Kolonel Ernest Lee (kiri) memberi isyarat saat dia memeriksa bersama Komandan Korps Marinir Filipina Mayjen Emmanuel Salamat, senjata militer dan peralatan baru yang diberikan oleh militer AS kepada marinir Filipina Senin 5 Juni 2017 di kota pinggiran Taguig, sebelah timur Manila, Filipina. (Foto: dok).

Pertempuran bulan kedua antara pasukan pemerintah dan pemberontak Muslim di sebuah kota Filipina selatan sedang berubah menjadi pengejaran seorang pria yang dicari oleh Manila serta Amerika Serikat atas kepemimpinannya dalam terorisme selama 20 tahun ini.

Pasukan Filipina yakin Isnilon Totoni Hapilon kemungkinan bersembunyi di kota Marawi yang sebagian telah hancur itu. Pasukan pemerintah menyerang Marawi tanggal 23 Mei karena mereka khawatir kelompok Abu Sayyaf pimpinan Hapilon yang sering melakukan kekerasan itu sedang membentuk satu lagi organisasi pemberontak disana.

“Dugaan para komandan lapangan kami yang didasarkan pada kurangnya indikasi bahwa ia telah lolos atau melarikan diri dari daerah Marawi adalah bahwa ia masih di daerah itu,” kata juru bicara angkatan bersenjata Filipina Restituto Padilla hari Jumat, sebagaimana dikutip oleh situs internet kantor presiden. “Operasi kami dipusatkan pada daerah yang mungkin di mana ia diyakini masih bersembunyi,” katanya.

Kematian atau penangkapan Hapilon akan mengakhiri pengaruh langsung seorang pria yang telah membantu memimpin Abu Sayyaf, kelompok yang terkenal menculik wisatawan asing dan memenggal beberapa di antaranya, sejak tahun 1997. Ia baru-baru ini berusaha memperluas pengaruhnya ke pemberontak Muslim anti-pemerintah lain di Filipina untuk memperoleh penghormatan dari ISIS, menurut keyakinan sebagian orang. [gp]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG