Tautan-tautan Akses

Polisi Australia Gerebek Kantor dan Rumah Wartawan


Direktur Editorial Australian Broadcasting Corp (ABC) Craig McMurtie berbicara kepada media di luar gedung ABC di Sydney, Australia, 5 Juni 2019.
Direktur Editorial Australian Broadcasting Corp (ABC) Craig McMurtie berbicara kepada media di luar gedung ABC di Sydney, Australia, 5 Juni 2019.

Media dan kelompok-kelompok hak asasi manusia Australia meradang setelah polisi federal menggerebek kantor media penyiaran nasional atas tuduhan telah menerbitkan materi rahasia.

Penggerebekan yang berlangsung Rabu (5/6) di kantor pusat Australian Broadcasting Corporation (ABC), media yang didanai pemerintah, di Sydney terjadi sehari setelah polisi menggerebek rumah seorang redaktur senior surat kabar The Sunday Telegraph.

Menurut polisi, kedua serangan itu tidak berkaitan, tetapi News Corp Australia, perusahaan induk harian The Sunday Telegraph, mengatakan penggerebekan "menunjukkan tindakan intimidasi yang berbahaya terhadap mereka yang berkomitmen menyampaikan kebenaran yang tidak nyaman."

ABC mengatakan penggerebekan di kantornya terkait berita yang diterbitkannya pada 2017 tentang dugaan pelanggaran oleh pasukan Australia di Afghanistan. Sedangkan News Corp mengatakan penggerebekan di rumah redaktur politiknya, Annika Smethurst, didorong oleh laporan 2018 tentang rencana penyadapan surel, pesan teks, dan catatan bank di Australia.

Polisi merilis pernyataan yang mengatakan penggerebekan itu "terkait tuduhan terpisah menerbitkan materi rahasia, bertentangan dengan ketentuan Undang-Undang Kejahatan Tahun 1914, yang merupakan masalah sangat serius yang berpotensi mengganggu keamanan nasional Australia."

Penggerebekan terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintahan konservatif Perdana Menteri Scott Morrison terpilih kembali. Tetapi Morrison, Rabu, mencoba menjauhi berita penggerebekan itu.[ka]

XS
SM
MD
LG