Tautan-tautan Akses

PM Pakistan Bersaksi di Hadapan Panel Penyelidik Kekayaan Keluarganya


Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif (tengah) bersama puteranya Hussain Nawaz (kanan) di Islamabad, Pakistan, 15 Juni 2017.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif bersaksi di hadapan sebuah panel yang ditunjuk Mahkamah Agung, yang bertugas menyelidiki apakah keluarganya menggunakan cara-cara illegal untuk membangun kekayaan dan properti di luar negeri.

Tim Investigasi Gabungan (JIT) yang mencakup para pakar dari badan-badan intelijen sipil dan militer, telah menginterogasi dua putera Sharif, keduanya adalah warga negara Inggris dan menjadi pengurus masalah keuangan keluarga mereka di luar negeri.

Keduanya membantah tuduhan korupsi dan melakukan pelanggaran. Berbicara kepada para wartawan hari Kamis segera setelah bersaksi selama tiga jam, Sharif menekankan sikap keluarganya dan mengatakan ia telah menyerahkan semua dokumen terkait kepada panel tersebut.

Kontroversi ini bermula pada April 2016 sewaktu International Consortium of Investigative Journalists menerbitkan hasil investigasi mereka, yang meraih penghargaan Pulitzer, mengenai industri keuangan global yang memungkinkan politisi, pengusaha, penjahat dan yang lainnya di seluruh dunia, menyembunyikan kekayaan yang diperoleh secara tidak jujur atau mendapat suaka pajak melalui perusahaan-perusahaan di luar negeri.

Dokumen finansial yang dikenal sebagai Panama Papers memasukkan dua anak lelaki dan seorang anak perempuan Sharif, beserta ratusan warga Pakistan, sebagai pemilik rekening-rekening bank di luar negeri. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG