Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengancam akan menghabisi lawan-lawan politiknya jika Uni Eropa mencabut status khusus perdagangan negaranya.
Dalam pidatonya pada hari Senin (14/1) yang menandai ulang tahun ke 34 dari kekuasaannya, Hun Sen yang kini berusia 66 tahun memperingatkan Uni Eropa agar tidak menindaklanjuti rencana melepaskan Kamboja dari status Everything But Arms” (status Semuanya Kecuali Senjata, disingkat EBA) yang bertujuan membantu negara-negara miskin dengan mengizinkan ekspor tanpa dikenai bea masuk.
“Jika Anda ingin oposisi mati, potong saja,” kata Hun Sen, merujuk pada status EBA Kamboja.
Uni Eropa mengatakan telah memulai proses untuk mencabut status EBA kamboja sebagai tanggapan atas tindakan keras pemerintah terhadap suara-suara yang tidak setuju dengan pemerintah menjelang pemilihan parlemen tahun lalu, termasuk pembubaran oeh Mahkamah Agung terhadap partai oposisi utama di negara itu, yakni Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP).
Dengan tersingkirnya CNRP, Partai Rakyat Kamboja yang berkuasa pimpinan Hun Sen memenangkan seluruh kursi parlemen yang berjumlah 125 dalam pemilihan umum bulan lalu. [lt]