Tautan-tautan Akses

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan Selasa (18/4) bahwa ia akan mengupayakan pemilihan awal pada tanggal 8 Juni. Tiga minggu setelah resmi meluncurkan proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa, May mengatakan partai-partai oposisi mengancam akanmenggagalkan proses itu dan bahwa parlemen tidak mencapai kata sepakat dalam cara yang sama sebagai bangsa.

“Perpecahan di Westminster akan berisiko pada kemampuan kita untuk berhasil dalam Brexit dan akan menyebabkan ketidakpastian yang merusak dan ketidakstabilan bagi negara, sehingga kita perlu pemilihan umum dan kita memerlukannya sekarang,” kata May The House of Commons, yakni majelis rendah parlemen Inggris, harus menyetujui permintaan untuk diadakan pemilu itu.

Jeremy Corbyn, pemimpin Partai Buruh yang menjadi oposisi utama, menyambut baik pengumuman May itu, dan mengatakan akan “memberi rakyat Inggris kesempatan untuk memilih pemerintah yang akan mengutamakan kepentingan mayoritas.” [lt]

XS
SM
MD
LG