Tautan-tautan Akses

Plastik Ditemukan pada Air Minum di Lima Benua


Jajaran air minum kemasan botol di sebuah supermarket di Beijing. (Foto:dok)

Air minum yang dikonsumsi di lima benua - mulai dari Trump Tower di New York hingga ke fasilitas air minum umum di pinggiran-pinggiran Danau Victoria di Uganda – ternyata mengandung serpihan kecil plastik yang mengancam kesehatan masyarakat, demikian menurut para peneliti hari Rabu (6/9).

Plastik akan hancur menjadi partikel-partikel kecil yang dikenal dengan microplastics, yang ditemukan di 83 persen sampel yang dikumpulkan dari Jerman, Kuba hingga Lebanon dan dianalisa oleh Orb Media, organisasi berita digital bermarkas di Amerika Serikat,.

"Bila anda bertanya kepada orang-orang apakah mereka mau makan atau minum plastik, mereka akan menjawab 'Tidak, itu pertanyaan bodoh,' kata Sherri Mason, salah satu penulis dari kajian tersebut dan profesor kimia di State University of New York.

"Itu mungkin sesuatu yang tidak mau kita cerna, tapi ternyata kita melakukannya apakah dari air minum, dari bir, jus. Ini ada di makanan kita, garam laut, kerang-kerang. Tidak ada seorang pun yang aman," katanya kepada Thomson Reuters Foundation.

Microplastics dengan ukuran sampai 5 milimeter juga terdapat dalam air kemasan botol, katanya.

Dampak kesehatan dari mencerna plastik masih belum jelas, namun sejumlah kajian terhadap ikan telah menemukan plastik menghambat penetasan telur, menghambat pertumbuhan dan membuat mereka lebih rentan dimangsa predator sehingga meningkatkan angka kematian.

Microplastics menyerap bahan kimia beracun dari lingkungan perairan yang kemudian masuk ke badan ikan dan mamalia yang mengkonsumsi bahan tersebut, kata Molly Bingham, kepala eksekutif Orb Media dalam pernyataannya.

Sementara banyak kajian menunjukkan prevalensi microplastics di samudra-samudera di dunia di mana lebih dari 5 triliun serpihan plastik mengambang, ini pertama kalinya penelitian dilakukan terhadap air minum. [fw/as]

XS
SM
MD
LG