Tautan-tautan Akses

Pilpres AS Masih Lama, Trump dan Biden Sudah Saling Serang


Kombinasi foto Presiden Donald Trump dan mantan wakil presiden Joe Biden.
Kombinasi foto Presiden Donald Trump dan mantan wakil presiden Joe Biden.

Pemilihan presiden berikutnya baru berlangsung pada November 2020, tetapi Presiden Donald Trump dan kandidat Demokrat, mantan wakil presiden Joe Biden, saling melancarkan serangan retorika sengit.

Dari Tokyo, Trump, yang sedang melakukan kunjungan empat hari ke Jepang, menyerang Joe Biden dan menyebutnya Sleepy Joe Biden.

Trump juga mengatakan, dia tersenyum ketika Kim Jong Un menyebut Joe Biden sebagai orang dengan IQ rendah. Tetapi dalam cuitannya, Trump salah mengeja nama “Biden” dan yang tertulis “Bidan.”

Beberapa anggota Kongres di Amerika mengatakan Trump tidak pantas menyebut sesama warga Amerika dengan sebutan itu, khususnya pada peringatan Memorial Day.

Kampanye Biden menunggu sampai Trump mendarat kembali di Washington pada Selasa siang (28/5).

“Komentar presiden itu tidak pantas datang dari presiden,” kata juru bicara Biden. “Selagi berada di negara asing, pada Memorial Day, dan berulang kali berpihak dengan seorang diktator pembunuh dan memperolokkan sesama warga Amerika dan mantan wapres, ini semua menunjukkan ketidak pantasan itu,” dia menambahkan.

“Dan ini merupakan pola presiden yang merangkul diktator dan mengorbankan lembaga-lembaga kita, baik itu berupa langsung percaya pada kata-kata Vladimir Putin di Helsinki, atau bertukar surat cinta dengan Kim Jong Un.”

Pejabat kampanye Biden menyebut penundaan pernyataan itu memang disengaja, dan mantan wapres Joe Biden ingin menghormati “tujuan suci dari Memorial Day, dan mengenang mereka yang telah memberikan pengorbanan terbesar untuk negara kita.” [jm]

XS
SM
MD
LG