Tautan-tautan Akses

Pilot Helikopter Kobe Bryant Pernah Diperingati FAA Setelah Insiden 2015


Sebuah helikopter terbang di atas mural Kobe Bryant di pusat kota Los Angeles, 26 Januari 2020. Sembilan orang tewas dalam kecelakaan helikopter yang merenggut nyawa bintang NBA Kobe Bryant dan putrinya yang berusia 13 tahun. (Foto: AFP/Apu Gomes)
Sebuah helikopter terbang di atas mural Kobe Bryant di pusat kota Los Angeles, 26 Januari 2020. Sembilan orang tewas dalam kecelakaan helikopter yang merenggut nyawa bintang NBA Kobe Bryant dan putrinya yang berusia 13 tahun. (Foto: AFP/Apu Gomes)

Badan Penerbangan Sipil Amerika (Federal Aviation Administration/FAA) pernah memberikan peringatan kepada pilot helikopter yang menewaskan atlet basket Kobe Bryant pada Januari 2020. Peringatan tersebut dikeluarkan karena pilot tersebut dianggap menyalahi aturan penerbangan dalam sebuah insiden pada 2015.

FAA mengatakan Ara Zobayan melanggar peraturan ruang udara saat menerbangkan helikopter AS350 di kawasan Bandara Internasional Los Angeles.

Saat itu Zobayan meminta izin terbang, tetapi ditolak oleh otoritas pengendali lalu lintas udara karena berkurangnya jarak pandang akibat kondisi cuaca. Demikian catatan yang dirilis oleh FAA di bawah Undang-Undang Kebebasan Informasi pada Jumat (21/2/2020) malam.

Laporan FAA mengungkapkan saat komunikasi dengan pengendali sedang berlangsung, helikopter yang Zobayan itu tersebut malah melanggar peraturan penerbangan dengan memasuki tanpa izin ke wilayah udara terlarang.

Laporan itu menambahkan jika Zobayan "merencanakan dan meninjau cuaca saat ini dengan benar " di LAX, ia seharusnya bisa mengantisipasi tindakan yang diperlukan untuk transit" wilayah udara.

Laporan FAA mengatakan Zobayan diberi peringatan. Zobayan juga "mengakui kesalahannya, bertanggung jawab atas tindakannya, dan bersedia mengambil langkah-langkah lain yang diperlukan untuk kepatuhan." Laporan FAA menambahkan dia "kooperatif dan mau menerima peringatan."

Zobayan tewas dalam kecelakaan helikopter bersama dengan Bryant, 41, putrinya yang berusia 13 tahun, Gianna, dan enam lainnya di dalam helikopter.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (The National Transportation Safety Board /NTSB) mengatakan pada awal bulan ini, helikopter jatuh dalam cuaca berkabut dan berawan di lereng bukit California bulan lalu. Hal tersebut menunjukkan tidak adanya bukti permasalahan teknis helikopter. [ah/ft]

XS
SM
MD
LG