Tautan-tautan Akses

Pihak Berwenang AS Siaga Hadapi Penembakan Massal 


Chris Covelli, juru bicara kantor sheriff Lake County, memberikan keterangan pers mengenai penembakan pada Parade HUT Kemerdekaan AS di Highland Park, dekat kota Chicago, Illinois, Selasa (5/7).

Pembantaian pada perayaan Hari Kemerdekaan minggu ini di pinggiran kota Chicago menyoroti tantangan yang sekarang dihadapi penegak hukum AS dan pejabat keamanan dalam negeri - situasi di mana hampir semua acara publik bisa diserang karena hanya ada sedikit, bahkan tidak ada pertanda sama sekali yang bisa dideteksi pihak berwenang sebelumnya.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS selama berbulan-bulan telah memperingatkan tentang situasi ancaman yang "dinamis dan kompleks", dalam Buletin Sistem Peringatan Terorisme Nasional (NTAS) terbaru bulan lalu. Departemen Keamanan Dalam Negeri, memperingatkan berbagai faktor mulai dari keluhan pribadi hingga peristiwa terkini yang bisa memicu serangan berikutnya, dengan pertemuan publik kemungkinan menjadi sasaran.

Namun meskipun ada peringatan itu, pihak berwenang tidak bisa melihat tanda-tanda atau menemukan bukti yang memungkinkan mereka menghentikan penembakan massal di Highland Park, pada parade 4 Juli di kota Illinois yang menewaskan tujuh orang dan melukai sedikitnya 30 lainnya.

Sejumlah Insiden Penembakan Menodai Perayaan Kemerdekaan AS
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:00 0:00

"Penembakan itu tampaknya benar-benar acak," kata Chris Covelli, juru bicara kantor sheriff Lake County, kepada wartawan, Selasa (5/7).

"Kami tidak memiliki informasi yang pada saat ini menunjukkan bahwa serangan itu bermotivasi rasial, dimotivasi oleh agama atau status yang dilindungi lainnya," katanya.

Meski demikian para penyelidik mendapati jejak bukti, sebagian besar di media sosial, yang menunjukkan tersangka, Robert Crimo III, 21 tahun, mengarah pada kekerasan.

Crimo, musisi berbakat dengan nama panggung Awake the Rapper, baru-baru ini memposting video dan lagu, sebagian sinis dan penuh kekerasan, di situs-situs media sosial.

Para pejabat mengatakan Crimo juga dua kali menarik perhatian polisi pada April dan September 2019 karena percobaan bunuh diri dan karena mengancam anggota keluarga.

Selain itu, petugas penegak hukum mengatakan tampaknya Crimo merencanakan serangan terhadap parade itu selama berminggu-minggu, membeli senapan, memilih lokasi dan merencanakan pelarian.

Jadi bagaimana sampai aksi Crimo tidak terdeteksi?

Beberapa pakar terorisme dan keamanan mengatakan bahwa tersangka tampaknya tidak menganut ideologi apa pun yang mudah dikenali. [my/jm]

Forum

‚Äč
XS
SM
MD
LG