Tautan-tautan Akses

Pewaris Samsung Grup Terhindar dari Penjara


Lee Jae-yong, wakil pemimpin Samsung Electronics. (Foto: dok).
Lee Jae-yong, wakil pemimpin Samsung Electronics. (Foto: dok).

Sebuah pengadilan Korea Selatan menolak surat perintah penangkapan terhadap pewaris grup konglomerat Samsung terkait dengan kasus merger yang kontroversial.

Para jaksa penuntut telah menuduh Lee Jae-yong, wakil pemimpin Samsung Electronics, melakukan manipulasi saham dan perdagangan ilegal yang melibatkan merger dua afiliasi Samsung, yakni Samsung C&T dan Cheil Industries, pada tahun 2015.

Lee adalah pemegang saham terbesar di kedua afiliasi tersebut. Ia dituduh berusaha menggelembungkan nilai Cheil Industries dan menurunkan nilai Samsung C&T untuk membuatnya mendapatkan saham yang lebih besar di perusahaan hasil merger. Langkah tersebut akan meningkatkan kontrolnya terhadap konglomerat terbesar Korea Selatan itu dan memuluskan transisi dari ayahnya yang sakit, Lee Kun-hee, yang mengalami serangan jantung pada tahun 2014.

Tetapi pengadilan di Seoul itu, Selasa (9/6) memutuskan bahwa meskipun para jaksa telah mengumpulkan cukup banyak bukti mengenai Lee dalam penyelidikan mereka, bukti tersebut tidak cukup untuk menahannya.

Lee yang berusia 51 tahun tiba di pengadilan hari Senin (8/6) untuk mengikuti sidang yang berlangsung selama sembilan jam, dan menunggu putusan di sebuah pusat penahanan.

Samsung pekan lalu mengeluarkan pernyataan yang membantah tuduhan-tuduhan terhadap Lee. Para jaksa juga menuduh Lee menggelembungkan nilai Samsung Biologics, anak perusahaan Cheil Industries.

Lee juga sedang menunggu pengadilan ulang terhadap vonis bersalah terhadapnya pada tahun 2017 karena menyuap orang kepercayaan Park Geun-hye, presiden Korea Selatan ketika itu, dengan imbalan dukungan

Park bagi merger tahun 2015. Skandal tersebut menyebabkan Park tersingkir dari jabatannya dan akhirnya membuatnya dijebloskan ke penjara. Lee menjalani hukuman satu tahun sebelum pengadilan banding menangguhkan hukumannya. Tetapi Mahkamah Agung Korea Selatan membatalkan putusan itu tahun lalu. [uh/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG