Tautan-tautan Akses

Petani Fukushima Berjuang Pulihkan Reputasi Hasil Pertaniannya.


Niiwa Anzai (30 tahun) sedang mengemas jamur shiitake di pertanian keluarganya di Fukushima.
Niiwa Anzai (30 tahun) sedang mengemas jamur shiitake di pertanian keluarganya di Fukushima.

Banyak penduduk setempat khawatir dampak jangka panjang krisis nuklir terhadap reputasi Fukushima. Ini paling terasa pada industri pertanian propinsi itu, tetapi petani Fukushima membantahnya.

Suatu siang di pusat kota Tokyo, seorang politisi memegang mikrofon menarik perhatian masyarakat. Tetapi dia tidak meminta untuk dipilih.

Emi Kaneko seorang anggota Partai Demokrat yang berkuasa dari Fukushima menyerukan kepada masyarakat untuk mempercayai petani dan hasil pertanian Fukushima.

Sejak PLTN Fukushima mulai mengeluarkan partikel radioaktif ke lingkungan sekitarnya, hasil pertanian dari propinsi itu hilang dari toko dan beberapa negara melarang impor hasil pertanian tersebut.

Sadayasu Abe adalah seorang pejabat di Minimisoma, perkampungan yang berjarak 25 km dari PLTN itu. Ia mengatakan penolakan hasil ini menjadi bencana keempat bagi wilayah itu.

Abe mengatakan Fukushima telah dilanda gempa, tsunami, kecelakaan nuklir dan sekarang ini beredar rumor dan kekhawatiran mengenai hasil pertanian. Dia telah mendengar orang mengatakan tidak akan membeli barang yang membawa nama Fukushima.

Pemerintah Jepang telah membatasi penjualan beberapa jenis sayuran dari kota-kota di dekat PLTN itu, namun umumnya kebanyakan dari hasil propinsi itu aman.

Untuk menyebarluaskan pesan itu, Yoko Nozaki dari kota Iwaki di Fukushima pergi ke Tokyo.

Nozaki mengatakan dia ikut bersama petani untuk meyakinkan pembeli bahwa makanan yang berasal dari Iwaki aman dimakan. Toko-toko menjual tomat, daun bawang, bawang putih dan berbagai hasil lainnya dengan harga diskon dan orang membelinya.

Chiyoko Kaizuka, petani berusia 83 tahun, sedang memeriksa tanaman bayam di tanah pertaniannya.
Chiyoko Kaizuka, petani berusia 83 tahun, sedang memeriksa tanaman bayam di tanah pertaniannya.

Dalam beberapa jam, kebanyakan dari sayuran telah terjual. Seorang ibu rumah tangga, Yoko Noumi pulang ke rumah membawa sekantong tomat.

Noumi mengatakan mendengar dari televisi bahwa hasil tersebut aman dimakan, sehingga dia membelinya guna mendukung para petani.

Larangan pembelian hasil pertanian juga berlaku untuk beberapa kota diluar Fukushima tetapi propinsi yang berdekatan tidak mengalami kerusakan reputasi yang serupa.

Tokyo adalah tujuan pertama bagi tur berbagai kota yang dilakukan petani, tetapi upaya memulihkan reputasi itu hanya sampai disitu. Sepertinya dampaknya tak akan sampai ke luar negeri.

Kazuichi Ishii adalah pejabat kota Iwaki.Dia mengatakan ketika orang-orang di seluruh dunia mendengar nama Fukushima mereka mengelompokkannya dengan Chernobyl dan Three Mile Island, lokasi dua kecelakaan nuklir sebelumnya. Dan Ishii merasa ini tidak akan berubah selama krisis nuklir tersebut terus menjadi berita utama.

Perusahaan Listrik Tokyo mengatakan belum mampu mengendalikan PLTN itu dalam enam sampai sembilan bulan ke depan, jadi pemberitaan PLTN itu belum tidak berhenti dalam waktu dekat.

XS
SM
MD
LG