Tautan-tautan Akses

Pesawat-pesawat Israel Terbang Rendah di Atas Lebanon Setiap Hari, Picu Kegelisahan


Pesawat jet tempur F-16 Israel (foto: ilustrasi).
Pesawat jet tempur F-16 Israel (foto: ilustrasi).

Pesawat-pesawat jet militer dan pesawat nirawak Israel hari Minggu (10/1) beberapa kali terbang rendah di atas kota Beirut, dalam apa yang tampaknya menjadi kegiatan sehari-hari. Israel berulangkali melanggar wilayah udara Lebanon, utamanya untuk melakukan serangan terhadap Suriah.

Pesawat jet Israel pada Malam Natal (24/12) terbang rendah dan meneror warga Beirut yang sudah tidak asing lagi dengan kehadirannya. Hal ini diikuti dengan laporan terjadinya serangan Israel di Suriah.

Frekuensi pesawat tempur yang terbang rendah di atas ibu kota Beirut itu meningkat dalam dua minggu terakhir ini, menimbulkan kegelisahan warga seiring meningkatnya ketegangan di kawasan menjelang hari-hari terakhir pemerintahan Presiden Donald Trump.

“Ketika pesawat nirawak pergi, pesawat tempur datang. Ketika pesawat tempur pergi, pesawat nirawak kembali datang. Mereka telah melihat kami dalam pakaian piyama, memfilmkan kami dalam pakaian piyama dan memantau kami juga dalam pakaian piyama. Ini apa,” cuit Areej_AAH sebagaimana dikutip Associated Press.

“Dari segala bentuk kepanikan yang saya rasakan dalam kehidupan di Beirut, kepanikan yang muncul karena pesawat-pesawat tempur Israel yang terbang rendah di Beirut ini sangat spesial,” cuit Rudeynah Baalbaku, yang mengatakan hal itu mengingatkannya kembali pada perang dengan Israel tahun 2006.

Israel jarang menanggapi laporan-laporan ini.

Banyak yang khawatir konflik akan pecah di kawasan itu sebelum Trump meninggalkan Gedung Putih sebagai pembalasan atas pembunuhan panglima Iran Qassem Soleimani oleh Amerika di Irak tahun 2020 lalu, atau sebagai untuk membatalkan upaya perundingan pemerintah Joe Biden dengan Iran.

Tentara Lebanon Jumat lalu (8/1) mencatat bahwa sebuah pesawat tempur Israel terbang selama hampir enam jam di bagian selatan negara itu.

Akun Twitter yang melacak gerakan pesawat terbang di Timur Tengah, Intel_Sky, mencatat puluhan pesawat jet Israel terbang melintasi Lebanon, termasuk melakukan penerbangan yang bersifat menakut-nakuti, atau oleh Intel_Sky disebut sebagai “mock raids.”

United Nations Interim Force di Lebanon UNIFIL mengatakan Israel telah memasuki wilayah udara Lebanon hampir setiap hari, melanggar resolusi PBB dan kedaulatan negara itu.

Antara Juni hingga Oktober 2020, UNIFIL mencatat rata-rata ada 12,63 pelanggaran wilayah udara setiap hari, dengan total penerbangan 61 jam dan 51 menit, meningkat pesat dibanding empat bulan sebelumnya. Pesawat-pesawat nirawak menyumbang 95% pelanggaran itu, tambah UNIFIL.

Israel dan Lebanon secara teknis masih berperang.

Hizbullah, kelompok militan berpengaruh di Lebanon yang didukung oleh Iran, merupakan musuh bebuyutan Israel dan keduanya kerap terlibat dalam serangkaian konfrontasi, termasuk perang berskala penuh pada tahun 2006.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, dalam wawancara akhir tahun, mengatakan upaya Israel untuk meredam kemampuan kelompoknya memperoleh peluru kendali presisi atau yang dapat diarahkan secara akurat telah gagal. Ia sesumbar bahwa Hizbullah kini memiliki rudal dua kali lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Israel dalam beberapa bulan terakhir ini telah menyampaikan kekhawatirannya bahwa Hizbullah sedang berupaya membangun fasilitas produksi untuk memproduksi peluru kendali presisi. [em/jm]

XS
SM
MD
LG