Tautan-tautan Akses

Perusahaan Pertahanan Ukraina Terperangkap dalam Persaingan AS-China untuk 'Subversi'


Motor Sich, perusahaan asal Ukraina, memamerkan mesin-mesinnya di Moscow Air Show 2013
Motor Sich, perusahaan asal Ukraina, memamerkan mesin-mesinnya di Moscow Air Show 2013

Pejabat keamanan Ukraina melakukan penyelidikan kegiatan "subversif" yang dilakukan oleh salah satu kontraktor pertahanan negara Eropa timur itu. Kegiatan tersebut terkait rencana untuk memasok perangkat keras militer ke negara tetangganya, Rusia.

Badan penting pemerintah Ukraina untuk kontra intelijen dan kontra terorisme, SBU, Kamis (5/9) mengkonfirmasi pihaknya tengah menyelidiki Motor Sich, produsen mesin rudal dan pesawat militer terbesar di negara itu. Motor Sich mempersiapkan pengiriman ekspor ilegal peralatan militer atau penggunaan ganda ke Rusia yang diperangi Ukraina. Berita itu pertama kali dilaporkan oleh RFE.

Petugas SBU menggerebek markas Motor Sich dan menyita sahamnya pada tahun 2018 ketika perusahaan pertahanan itu dalam proses dijual kepada sebuah perusahaan China. Saat itu yang nilai perusahaan hampir mencapai AS$500 juta

Perusahaan penerbangan China, Beijing Skyrizon Aviation, juga terus berupaya untuk memperoleh saham mayoritas Motor Sich pada Juni. Langkah tersebut mendapat sorotan dari Komite Anti-Monopoli Kyiv.

Prospek penjualan ini juga menarik perhatian para pejabat Gedung Putih. Mereka mengatakan kepada media Ukraina menjelang kunjungan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton akhir Agustus ke Kyiv, bahwa Motor Sich tidak boleh diserahkan kepada "musuh potensial".

Sementara Badan anti trust Ukraina mulai menelaah proposal China, Overseas Private Investment Corp, yang dikelola pemerintah AS. Agen yang memberikan dukungan finansial bagi sejumlah perusahaan Amerika yang ingin berinvestasi di pasar baru, mengatakan pihaknya mempertimbangkan untuk mendukung sektor swasta AS dalam melakukan penawaran kepada Motor Sich.

Bolton ingn menghentikan akuisisi Beijing terhadap Motor Sich dengan alasan akuisisi itu akan memberikan "teknologi pertahanan vital" bagi China, demikian menurut laporan The Wall Street Journal sebelum perjalanan Bolton Kyiv. [yp]

XS
SM
MD
LG