Tautan-tautan Akses

Perunding Senior AS Salahkan Korea Utara Terkait Kebuntuan 


Seorang pejalan kaki melintas di depan poster bendera Korea Utara dan Amerika Serikat menjelang pertemuan Korea Utara dan AS di Hanoi, Vietnam, 25 Februari 2019. (Foto: Reuters)

Perunding senior AS untuk Korea Utara, Kamis (10/12), mengakui pemerintahan Trump tidak mencapai apa yang diinginkannya dengan Kim Jong Un. Namun, dia menyalahkan Pyongyang karena menyia-nyiakan kesempatan untuk mencapai kemajuan.

Pembicaraan tentang persenjataan nuklir Korea Utara macet sejak awal tahun lalu ketika pertemuan puncak di Hanoi antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Kim menemui kebuntuan mengenai apa yang bersedia diberikan oleh Korea Utara sebagai imbalan pelonggaran sanksi.

Keterlibatan mendalam Trump yang menjadi berita utama,dengan Kim adalah "ambisius dan berani," kata Wakil Menteri Luar Negeri AS Stephen Biegun. Biegun telah memimpin pembicaraan denuklirisasi dengan Pyongyang, tetapi "belum memberikan keberhasilan yang kita harapkan."

"Anda mungkin bertanya-tanya apakah saya kecewa karena kita tidak mencapai lebih banyak, selama dua tahun terakhir ini. Saya kecewa," tambahnya pada kunjungan resmi terakhirnya ke Seoul.

Namun ia menyalahkan Pyongyang atas kegagalan tersebut, dengan mengatakan banyak kesempatan telah disia-siakan oleh Korea Utara selama dua tahun terakhir. Ia berbicara kepada Asan Institute for Policy Studies, sebuah lembaga kajian Korea Selatan.

Mereka "terlalu sering mencurahkan perhatian untuk mencari hambatan negosiasi daripada meraih peluang untuk terlibat," kata Biegun.

Pertemuan bersejarah pertama antara Trump dan Kim di Singapura pada Juni 2018 hanya menghasilkan janji yang samar-samar mengenai denuklirisasi.KTT kedua mereka di Vietnam delapan bulan kemudian dimaksudkan untuk memperjelas masalah itu, namun berakhir tanpa kesepakatan. [my/pp]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG