Tautan-tautan Akses

Pertumbuhan Ekonomi China Melamban di Tengah Sengketa Dagang dengan AS


Seorang pengunjung tengah mengamati fluktuasi saham di kantor bursa di Beijing, China, 11 Oktober 2018. (Foto: dok).

China melaporkan pertumbuhan ekonominya merosot ke tingkat terendah sejak krisis finansial global terjadi, sementara para pejabat finansialnya Jumat meluncurkan kampanye melalui media untuk meningkatkan kepercayaan di pasar sahamnya yang melemah.

Menurut data resmi, pertumbuhan pada kuartal yang berakhir pada bulan September menurun menjadi 6,5 persen, dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan pada kuartal sebelumnya yang menjadi 6,7 persen. Ini adalah tingkat pertumbuhan terlamban sejak awal 2009.

Ekonomi terbesar kedua dunia ini telah mendingin sebelum perang tarif antara Beijing dan Amerika Serikat merebak.

Beijing memperketat kontrol atas kredit pada tahun lalu untuk mengendalikan maraknya utang. Ini berdampak pada penjualan rumah dan belanja konsumen. Pembelian mobil juga menurun.

Pengendalian kredit dan ketegangan perdagangan “mengurangi momentum ekonomi,” kata Bill Adams dari PNC Financial Services Group dalam suatu laporan.

Dampak tarif hingga 25 persen yang diberlakukan Trump terhadap produk-produk China dalam sengketa terkait kebijakan teknologi China dapat dibatasi. Tetapi dengan melambannya ekonomi negara yang bernilai 12 triliun dolar per tahun, para pemimpin komunis China mengubah kebijakan dan memerintahkan bank agar memberikan kredit.

Para pejabat yang dipimpin petinggi ekonomi China , Wakil Perdana Menteri Liu He, hari Jumat berupaya meyakinkan para investor mengenai pasar saham yang turun 30 persen sejak Januari lalu.

Penurunan itu “menciptakan peluang investasi yang baik,” kata Liu dalam pernyataan yang dimuat kantor berita resmi Xinhua serta surat-surat kabar bisnis dan berbagai situs Internet.

“Fundamental ekonomi China sekarang ini baik,” kata gubernur bank sentral China Yi Gang di situs internet bank tersebut. [uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG