Tautan-tautan Akses

Pertemuan di Bahrain Bahas Dana Bantuan bagi Negara Miskin Tangani Perubahan Iklim


Para pengungsi Somalia di kamp di pinggiran Mogadishu, setelah kekeringan melanda wilayah mereka akibat perubahan iklim (foto: ilustrasi).
Para pengungsi Somalia di kamp di pinggiran Mogadishu, setelah kekeringan melanda wilayah mereka akibat perubahan iklim (foto: ilustrasi).

Para pejabat yang mengawasi dana yang didukung PBB untuk membantu negara-negara miskin menangani perubahan iklim, bertemu di Bahrain, menyusul pengunduran diri Direkturnya baru-baru ini dan kurangnya sumbangan dari negara-negara kaya.

Pertemuan empat hari dari dewan Green Climate Fund mulai Rabu membahas kesenjangan antara $ 10,2 miliar yang dijanjikan oleh negara-negara maju untuk tahun 2015-2018, dan $ 6,6 miliar yang telah diterima.

Presiden AS, Donald Trump telah menahan $ 2 miliar dari $ 3 miliar yang dijanjikan oleh pendahulunya, Barack Obama.

Ada juga kekhawatiran tentang beberapa permintaan pendanaan. Bahrain menginginkan dana untuk melindungi cadangan air bersihnya meskipun negara Teluk yang kaya itu mengebor sejumlah besar minyak dan gas yang memicu pemanasan global.

Direktur terakhir badan dana itu, Howard Bamsey, mengundurkan diri bulan Juli, setelah apa yang disebut para pejabat sebagai pertemuan yang "sangat sulit dan mengecewakan". (ps/al)

XS
SM
MD
LG