Tautan-tautan Akses

Pengrajin Dekorasi Ramadan Palestina, Bertahan di Tengah Pandemi


Hanan al-Madhoun (37) tengah membuat lentera tradisional "fanous" yang biasa digunakan sebagai dekorasi menyambut bulan suci Ramadan, di rumahnya di Gaza City, 1 April 2021, di tengah pandemi COVID-19. (MAHMUD HAMS / AFP)

Menjelang dan pada saat Ramadan, seorang perempuan pengrajin Palestina giat membuat dan menjual dekorasi Ramadan ikonik yang biasanya diimpor dari Mesir. Kesibukannya itu memberi keluarganya sumber pendapatan di tengah krisis ekonomi di Gaza dan pandemi virus corona yang berkepanjangan.

Hanan al-Madhoon tak bisa menyembunyikan kegembiraannya karena bulan suci Ramadan yang sangat dinanti-nantikannya akhirnya tiba.

Perempuan Palestina Pembuat Dekorasi Ramadan
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:15 0:00

"Saya menunggu Ramadan seperti anak kecil, saya suka dekorasinya, saya suka pernak-pernik yang digunakan selama Ramadan. Pernak-pernik itu memotivasi saya untuk mengembangkan karya saya dan memunculkan ide-ide baru yang belum ada di sini," jelasnya.

Ruang tamu pengrajin perempuan yang tinggal di Gaza ini luar biasa meriah. Di ruang itu, berjejer sejumlah lentera dan boneka warna-warni hasil buatannya, yang dibantu oleh anak-anak perempuannya.

Hanan al-Madhoun, membuat lentera tradisional, yang disebut "fanous" yang digunakan sebagai dekorasi untuk merayakan awal bulan suci Ramadan, di rumahnya di Kota Gaza pada 1 April 2021, menjelang bulan Ramadan, dan di tengah pandem COVID-19.
Hanan al-Madhoun, membuat lentera tradisional, yang disebut "fanous" yang digunakan sebagai dekorasi untuk merayakan awal bulan suci Ramadan, di rumahnya di Kota Gaza pada 1 April 2021, menjelang bulan Ramadan, dan di tengah pandem COVID-19.

Ibu tiga anak berusia 36 tahun ini mengatakan ia terinspirasi oleh dekorasi Ramadan ikonik yang diproduksi secara tradisional di Mesir. Ia kemudian memutuskan untuk memproduksi sendiri dan menjualnya secara lokal untuk memberi keluarganya pendapatan.

Madhoon mengatakan suaminya kehilangan pekerjaannya sebagai staf di sebuah gedung pernikahan karena lockdown yang diberlakukan sejak tahun lalu di tengah pandemi virus corona di Jalur Gaza.

Palestinian Hanan Al-Madhoon paints a glass as she makes decorations for sale ahead of the holy fasting month of Ramadan, at Beach refugee camp in Gaza City April 6, 2021. Picture taken April 6, 2021. REUTERS/Suhaib Salem
Palestinian Hanan Al-Madhoon paints a glass as she makes decorations for sale ahead of the holy fasting month of Ramadan, at Beach refugee camp in Gaza City April 6, 2021. Picture taken April 6, 2021. REUTERS/Suhaib Salem

"Saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengetahui apa yang diinginkan orang-orang, dan ide-ide apa yang mereka butuhkan. Saya kemudian mengembangkan proyek ini dan mengerjakannya sendiri. Saya serius melakukannya karena, seperti saya katakan, itu satu-satunya sumber pendapatan keluarga kami," jelasnya.

Tahun lalu, Madhoon hanya menjual 20 persen dekorasi yang dibuatnya. Penurunan ini terjadi akibat langkah-langkah yang diberlakukan pada 2020 untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

Seorang pedagang Palestina berdiri di antara lampion Ramadhan tradisional yang menyala sambil menunggu pelanggan di pasar utama di Kota Gaza, Jumat 3 Juni 2016. (Foto: dok).
Seorang pedagang Palestina berdiri di antara lampion Ramadhan tradisional yang menyala sambil menunggu pelanggan di pasar utama di Kota Gaza, Jumat 3 Juni 2016. (Foto: dok).

Tahun ini, ia berharap dapat meningkatkan penjualannya hingga 70 persen. Tapi, ia khawatir jumlah kasus yang terus meningkat akan mendorong pemerintah mengambil tindakan-tindakan baru yang dapat menghalangi rencananya tersebut.

Madhoon mengatakan, karyanya tahun ini lebih bervariasi. “Tahun ini saya membuat berbagai kerajinan tangan, tidak hanya satu. Saya membuat boneka penjual manisan Arab yang biasa disebut kunafah dan qatayef yang merupakan salah satu dekorasi utama Ramadan di Mesir. Saya membuat gerobak kacang, yang juga merupakan bagian dari makanan utama di Mesir, sebuah pernik dekorasi yang memberikan kesan suasana Ramadan yang menyenangkan. Saya juga membuat meriam Ramadan dan semua orang tahu bahwa Mesir terkenal dengan meriam Ramadannya," papar Madhoon.

Warga Palestina berdiri memegang lentera tradisional "fanaos", dekorasi yang digunakan untuk merayakan awal bulan suci Ramadhan, di Kota Gaza, 23 April 2020.
Warga Palestina berdiri memegang lentera tradisional "fanaos", dekorasi yang digunakan untuk merayakan awal bulan suci Ramadhan, di Kota Gaza, 23 April 2020.

Madhoon juga masih membuat lentera, yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai "Fawanees". "Fawanees", dekorasi khas Mesir, biasanya diimpor ke Gaza dari Mesir dan China, tetapi beberapa warga Gaza seperti Madhoon, mulai membuatnya sendiri.

Jalur Gaza, seluas 375 km persegi, adalah tempat bermukim sekitar dua juta orang Palestina. Wilayah itu sudah bertahun-tahun di bawah blokade Israel, yang menurut warga Gaza tidak hanya melumpuhkan ekonomi mereka, tetapi juga merusak pembangunan fasilitas-fasilitas kesehatan. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG