Tautan-tautan Akses

Perempuan Pakistan Mulai Berkiprah di Binaraga


Instruktur kebugaran Fatema Dhoondia, 30, seorang wanita Muslim dan seorang ibu tunggal, angkat beban di dalam gym, 31 Desember 2019. (Foto: REUTERS/Hemanshi Kamani)

Sekelompok perempuan bersiap untuk bertanding - dan mereka serius. Meregangkan dan mengembangkan otot mereka di pusat kebugaran atau gym, mereka bersiap untuk bertanding angkat besi dalam kejuaraan binaraga Sindh 2021 di Karachi.

Ini adalah pertama kalinya perempuan diizinkan untuk mengikuti lomba, di negara yang telah lama dianggap memiliki sikap sosial-keagamaan yang keras terhadap perempuan dan keengganan untuk mengizinkan mereka memasuki bidang profesional atau olahraga.

Penerimaan mereka ke dalam lomba binaraga dipandang sebagai perubahan yang sangat positif, terutama karena olahraga itu secara tradisional dianggap sebagai olahraga yang didominasi oleh laki-laki.

“Ketika orang melihat kami melakukan angkat besi, mereka mengira itu olahraga yang didominasi laki-laki, tetapi anggapan itu sebenarnya salah. Puji Tuhan, saya atlet angkat besi yang baik dan saya merasa nyaman,” jelas Tania Malik, pemenang lomba angkat besi putri.

"Namun COVID-19 menghentikan semua latihan kebugaran fisik, karena saya menghabiskan enam bulan dalam isolasi. Sekarang saya sudah mulai berlatih lagi dan setelah tiga bulan saya memenangkan lomba angkat besi,” paparnya.

Namun masih ada yang mempertahankan nilai-nilai konservatif yang ekstrem di Pakistan dan perjalanan menuju lomba itu tidaklah mudah bagi para perempuan ini.

"Kami menghadapi banyak masalah, ini benar-benar waktu yang sulit terutama bagi perempuan. Tetapi jika perempuan tidak memiliki keberanian, mereka tidak bisa mencapai sasaran, perempuan harus keluar dan membuktikan diri," jelas peserta angkat besi lainnya, Ambreen Javeed.

"Lomba binaraga laki-laksi di sini kini lebih dari sekedar mengangkat beban karena mereka menutupi otot mereka dengan warna kecoklatan perunggu dan melenturkannya di depan penonton," tambahnya.

Binaragawan wanita Natalyia Kuznetsova memamerkan otot-ototnya di pameran dagang kebugaran terbesar di dunia FIBO (Fitness and Bodybuilding) di Cologne, Jerman, Kamis, 4 April 2019. (Foto: AP/Martin Meissner
Binaragawan wanita Natalyia Kuznetsova memamerkan otot-ototnya di pameran dagang kebugaran terbesar di dunia FIBO (Fitness and Bodybuilding) di Cologne, Jerman, Kamis, 4 April 2019. (Foto: AP/Martin Meissner

Namun seperti yang dijelaskan Farjal Ahmed, pemenang lomba binaraga pria, Mr Karachi 2021, itu lebih dari sekadar terlihat bagus.

"Saya dengan cermat memilih makanan yang saya makan dan menghindari cemilan yang tidak sehat. Saya makan 12 telur sehari, tetapi tergantung pada apakah kita ingin mengembangkan otot untuk membentuk tubuh kita,” ujar Farjal Ahmed.

“Makan daging juga penting bagi kita. Jika binaragawan ingin membentuk tubuh, mereka harus menjalani diet penuh dengan makan daging ayam dan ikan. Rencana diet adalah kombinasi dari daging, ayam, dan buah-buahan kering,” lanjutnya.

Penyelenggara acara Sohail Anwar percaya bahwa melibatkan lebih banyak orang dalam olahraga sangat penting untuk menghasilkan masyarakat yang sehat:

"Supaya diri kita bugar, yang terpenting adalah kebugaran jasmani. Kalau orang tua atlet, anak-anaknya akan menjadi warga negara yang disiplin karena mengikuti aturan. Maka, olahraga adalah yang terpenting untuk menjadi bangsa yang sehat,” ujarnya.

Persatuan Binaraga Karachi memperpanjang lomba tahunannya agar memungkinkan perempuan ikut berlomba untuk pertama kalinya. Langkah itu menandakan sikap yang semakin santai di Pakistan terhadap perempuan yang memasuki bidang profesional dan olahraga. [ps/lt]

XS
SM
MD
LG