Tautan-tautan Akses

Perempuan dari Pakistan dan Iran Capai Puncak K2


Samina Baig, perempuan pendaki gunung asal Pakistan, memegang bendera nasionalnya di puncak Gunung Everest, Nepal, 19 Mei 2013. (AFP/PAKISTAN Youth OUTREACH)

Seorang perempuan dari Pakistan dan satu lagi dari Iran tampaknya menjadi perempuan pertama dari negara mereka masing-masing yang mencapai puncak K2, salah satu puncak tertinggi dan paling berbahaya di dunia, kata seorang pejabat pendaki gunung Pakistan, Jumat (22/7).

Samina Baig, pendaki gunung berusia 32 tahun dari desa terpencil di utara Pakistan, mengibarkan bendera hijau dan putih negaranya di puncak gunung K2 setinggi 8.610 meter pada hari Jumat.

Afsaneh Hesamifard dari Iran, yang menurut media Iran menjadi perempuan ketiga yang mencapai puncak Gunung Everest Mei lalu, dipuji dalam postingan berbahasa Farsi di media sosial.

Mereka termasuk di antara beberapa perempuan yang berhasil mencapai puncak K2 pada hari Jumat, menurut Karrar Haidri, CEO Pakistan Alpine Club, organisasi yang mengkoordinasikan bantuan pemerintah untuk pendaki dalam keadaan darurat.

Ia mengatakan perempuan pendaki Pakistan lainnya, Naila Kiyani, termasuk di antara anggota tim yang mencapai puncak gunung itu, tetapi tampaknya Baig telah tiba di puncaknya beberapa menit sebelumnya.

K2, yang terletak di kawasan Karakorum di perbatasan China-Pakistan, membukukan diri sebagai puncak dengan salah satu rekor paling banyak menelan korban jiwa. Kebanyakan orang meninggal dalam perjalanan turun dari puncak tersebut. Hanya beberapa ratus orang yang berhasil mencapai puncaknya.

Haidri mengatakan pendaki Afghanistan, Ali Akbar Sakki, meninggal pada hari Kamis karena serangan jantung ketika mencoba untuk mendaki K2 sebagai bagian dari tim pendaki yang mencapai puncaknya pada hari Jumat.

Gunung ini dianggap sangat sulit untuk didaki. Tidak hanya tertinggi kedua setelah Gunung Everest, pendakian dan penurunannya dianggap jauh lebih menantang daripada Everest. [ab/uh]

Forum

XS
SM
MD
LG