Tautan-tautan Akses

Perebakan Virus Corona Terus Meluas di Seluruh Dunia


Petugas medis mengangkut seorang pasien corona di rumah sakit Gregorio Maranon, Madrid. Spanyol dan Italia menjadi dua negara dengan korban kematian akibat Covid-19 terbanyak di dunia.

Perebakan dan kematian akibat virus corona di seluruh dunia semakin mengkhawatirkan. Hingga laporan ini disampaikan lebih dari 710 ribu orang telah terjangkit virus ini.

Amerika, yang kini menjadi pusat perebakan virus itu, mencatat lebih dari 135 ribu kasus, jauh melampaui Italia – negara di Eropa yang paling terpapar virus ini – mencatat lebih dari 97 ribu kasus.

Jumlah korban meninggal akibat virus itu hingga laporan ini disampaikan mencapai lebih dari 33 ribu orang, di mana Amerika dan Perancis mencatat lebih dari 2.000 kematian dalam satu hari, demikian menurut data statistik dari John Hopkins University. Italia yang telah mencatat 10 ribu kematian, menjadi negara ketiga dengan jumlah korban paling besar.

Di Wuhan, China, di mana wabah ini awalnya bermula tahun lalu, kota itu perlahan-lahan mulai berdenyut lagi hari Sabtu (28/3) setelah beberapa bulan diisolasi total. Ribuan orang mulai tiba kembali di kota yang terletak di propinsi Hubei itu.

Menurut John Hopkins Coronavirus Resource Center, Inggris melaporkan lebih dari 17 ribu kasus dan seribu kasus kematian.

“Kita tahu bahwa situasi akan memburuk sebelum kemudian mulai membaik,” ujar Perdana Menteri Boris Johnson dalam surat yang dikirim kepada warga Inggris tentang upaya melawan perebakan virus corona itu. Johnson, yang diisolasi karena juga terjangkit virus itu, menyerukan kepada warga Inggris untuk mengikuti perintah lockdown dan tetap tinggal di rumah, agar Layanan Kesehatan Inggris tidak kewalahan dan untuk “menyelamatkan nyawa.”

Spanyol melaporkan 838 kasus kematian dalam 24 jam terakhir ini saja, menjadikan jumlah korban tewas di negara itu mencapai lebih dari 6.500 orang.

Alireza Vahabzadeh, penasehat Menteri Kesehatan Iran, hari Minggu mencuit bahwa angka kematian di negara itu melonjak menjadi 2.640 orang, sementara jumlah orang yang tertular mencapai lebih dari 38 ribu orang. “Dalam 24 jam terakhir 123 orang telah meninggal dunia dan 2.901 orang tertular, menjadikan total jumlah orang yang tertular menjadi 38.309,” cuitnya.

Lewat pidato mingguan di radio, Perdana Menteri India Narendra Modi mohon maaf atas pemberlakuan lockdown selama 21 hari sejak minggu lalu guna memerangi Covid-19. “Saya mohon maaf,” ujar Modi, dan menambahkan “saya yakin kalian akan memaafkan saya karena kesulitan yang telah terjadi... tetapi ini situasi khusus... ini soal perjuangan hidup dan mati.”

Ribuan warga India meninggalkan rumah mereka setelah Modi memberlakukan lockdown selama 21 hari mulai Rabu lalu (25/3). Sebagian besar adalah buruh harian, yang bersama jutaan warga India lain, kehilangan pekerjaan mereka karena pembatasan kegiatan itu. India telah mencatat 987 kasus virus corona, termasuk 25 korban meninggal dunia. [em/ii]

XS
SM
MD
LG