Tautan-tautan Akses

Filipina Bersiap Hadapi Penyebaran Varian Omicron


Petugas kesehatan melakukan tes swab COVID-19 pada warga saat memantau kasus di sebuah desa di Kota Quezon, Filipina, Senin, 31 Mei 2021. (Foto: AP)

Filipina memulai program vaksinasi nasional tiga hari yang bertujuan untuk menginokulasi setidaknya 9 juta hingga 10 juta orang yang belum divaksinasi di tengah ancaman varian virus corona omicron.

Menteri Kesehatan Francisco Duque III memimpin upacara pembukaan Hari Vaksin Nasional di ibu kota Manila, Senin (29/11).

Ia mengatakan Filipina siap untuk menghadapi varian omicron, tetapi negara itu akan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya masuk ke negara itu.

Pemerintah Filipina telah melarang kedatangan para pelancong dari Afrika Selatan dan enam negara di sekitarnya hingga 15 Desember untuk mencegah penyebaran varian baru dan sedang mempelajari apakah juga akan melarang penerbangan dari Hong Kong, di mana kasus omicron telah dilaporkan.

Pihak berwenang Filipina telah memerintahkan Biro Karantina dan para pejabat daerah untuk melacak pelancong yang mungkin telah tiba dari Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Eswatini, dan Mozambik pada minggu lalu dan mengharuskan mereka menjalani karantina 14 hari dan tes virus corona pada hari ketujuh isolasi di fasilitas terakreditasi.

Belum ada laporan kasus varian baru itu di Filipina hingga sejauh ini.

Filipina pernah menjadi pusat pandemi Asia Tenggara. Namun dalam beberapa hari terakhir jumlah kasus COVID-19 telah turun jauh menjadi di bawah 1.000 setiap hari.

Penurunan kasus memungkinkan pelonggaran lebih lanjut dari pembatasan bisnis, pariwisata dan pertemuan keagamaan dan publik lainnya. Namun kemunculan varian omicron telah memicu kewaspadaan baru. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG