Tautan-tautan Akses

Perdagangan Obat Terlarang Meningkat di Asia


Petugas keamanan memusnahkan enam ton candu, dan obat terlarang lainnya di Burma. Meski ditindak tegas, produksi opium dilaporkan meningkat di Burma (foto: dok).
Petugas keamanan memusnahkan enam ton candu, dan obat terlarang lainnya di Burma. Meski ditindak tegas, produksi opium dilaporkan meningkat di Burma (foto: dok).

Laporan global terbaru PBB mengatakan Asia menghadapi peningkatan perdagangan dan penggunaan obat-obat perangsang seperti amfetamin serta munculnya kembali produksi opium di Burma dan Laos.

Seorang pejabat senior PBB mengatakan produksi gelap dan penyalahgunaan narkoba adalah masalah regional yang berkembang. Selengkapnya disampaikan Ika Inggas.

Dalam laporan terbaru mengenai obat terlarang global yang dirilis hari Selasa, Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) mengatakan Asia menghadapi kesulitan dalam membatasi produksi dan penggunaan obat perangsang jenis amfetamin, atau Amphetamine Type Stimulants (ATS), juga meningkatnya produksi opium dan meluasnya penggunaan ganja, terutama di kalangan kaum muda di kawasan itu.

Gary Lewis, kepala perwakilan UNODC untuk kawasan Asia, mengatakan kecendrungan kenaikan produksi ATS dan penyalahgunaan obat tersebut di Tiongkok dan Asia Tenggara muncul meskipun produksi global dan penggunaan ATS sebagian besar telah distabilkan.

Lewis mengatakan di Asia sekarang terdapat setengah dari pengguna ATS di dunia. Dia juga mengatakan produksi opium juga melonjak di wilayah tersebut.

"Yang menimbulkan keprihatinan kami adalah penggunaan ATS di kawasan Asia. Walaupun penggunaan ATS telah stabil di seluruh dunia, penggunaannya sangat meningkat di kawasan Asia Tenggara dan di Tiongkok. Budidaya tanaman candu muncul kembali dalam lima tahun terakhir serta melonjaknya produksi, perdagangan, dan penggunaan obat perangsang jenis amfetamin. Ini seharusnya menjadi perhatian para pembuat kebijakan pemerintah,” ungkap Lewis.

PBB mengatakan telah terjadi empat kali lipat peningkatan penyitaan tablet ATS dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan kenaikan tajam dalam produksinya.

Laporan ini juga mencatat meningkatnya penggunaan obat sintetik dan resep obat di Asia, seperti Ketamine, terutama di Tiongkok, termasuk Hong Kong, Malaysia dan Vietnam.

Laporan itu mencatat di Brunei, Jepang, Filipina dan Korea Selatan metamfetamin kristal sekarang sering disalahgunakan. Di Asia Selatan, baik Bhutan dan Sri Lanka menunjukkan peningkatan penggunaan ganja dan ATS sementara penggunaan ATS di Bangladesh telah meluas terutama di daerah perkotaan.

Juga, sekitar 3,9 juta pengguna narkoba di wilayah ini menyuntikkan opiat serta metamfetamin, yang meningkatkan risiko penyebaran HIV, virus penyebab AIDS.

PBB mengatakan telah terjadi peningkatan produksi opium global setelah penurunan tajam pada tahun 2010 ketika penyakit mempengaruhi tanaman candu di Afghanistan, produsen opium terbesar di dunia.

Di Burma, atau Myanmar, produksi candu meningkat menjadi 610 ton pada 2011 dari 580 ton tahun sebelumnya, produksi opium yang lebih tinggi juga dilaporkan di Laos sampai 25 ton.

PBB mengatakan hanya seperempat dari semua petani yang terlibat dalam budidaya tanaman obat terlarang di seluruh dunia yang mendapat bantuan pembangunan.

Recommended

XS
SM
MD
LG