Tautan-tautan Akses

'Percobaan Kudeta' Berlangsung di Venezuela, Guaido Serukan agar Militer Membantu


Para demonstran oposisi melemparkan batu-batu ke arah kendaraan militer di dekat pangkalan udara "La Carlota", Caracas, Venezuela, Selasa (30/4).
Para demonstran oposisi melemparkan batu-batu ke arah kendaraan militer di dekat pangkalan udara "La Carlota", Caracas, Venezuela, Selasa (30/4).

Pemerintah sosialis Venezuela mengatakan hari Selasa (30/4), sebuah “upaya kudeta” berlangsung di Caracas, dengan pemimpin oposisi dan
Presiden sementara yang diakui AS, Juan Guaido mengatakan "tidak akan mundur" dalam upayanya untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

Ribuan demonstran turun ke jalan-jalan di ibukota, letusan tembakan dan pasukan yang setia kepada Maduro menembakkan meriam air kepada para pengunjuk rasa. Tayangan televisi menunjukkan satu kendaraan Garda Nasional Venezuela menabrak demonstran yang melemparkan batu ke arah militer.

Dalam pesan di video dan Twitter, Guaido yang didukung AS mengatakan, "Hari ini tentara, patriot dan orang-orang pemberani yang mendukung konstitusi telah menjawab panggilan kita."

'Percobaan Kudeta' Berlangsung, ketika Guaido Serukan agar Militer Membantu
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:12 0:00


Dia menyatakan, "Sekarang tiba waktunya! 24 negara bagian telah mengambil langkah, tidak ada jalan mundur, masa depan adalah milik kita. Rakyat dan Angkatan Bersenjata bersatu melenyapkan perampasan kekuasaan."

Namun, Maduro menanggapi di Twitter dengan mengatakan, "Saya orang kuat! Saya berbicara dengan para komandan dari semua daerah pertahanan dan zona operasional, yang telah menyatakan kesetiaan total mereka kepada rakyat, konstitusi dan tanah air. Saya serukan kepada mobilisasi populer maksimum untuk memastikan kemenangan Perdamaian. Kita akan menang!"

Guaido mengatakan pasukan militer telah bergabung dalam upayanya menggulingkan Maduro.

Tetapi Menteri Komunikasi pemerintah, Jorge Rodriguez, mengatakan di Twitter, "Saat ini kami menghadapi dan menonaktifkan sekelompok kecil personil militer berbahaya yang mengambil posisi "di dekat pangkalan militer" untuk melangsungkan kudeta. Kami serukan kepada masyarakat untuk tetap waspada tinggi, dengan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian kami, mengalahkan percobaan kudeta dan menjaga perdamaian."

Pendukung setia Maduro menembakkan gas air mata ke arah demonstran di luar pangkalan militer.

Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez menegaskan di Twitter bahwa situasi di barak dan pangkalan militer di negara itu "normal" dan bahwa militer "tegas dalam membela" Maduro.

Meskipun kekurangan makanan dan obat-obatan yang meluas dan kegagalan ekonomi di Venezuela, rezim sosialis Maduro tetap berkuasa dengan dukungan sebagian besar dari militer di negara itu. Dua kreditor terbesar Venezuela, Rusia dan China, juga terus mendukung Maduro.

Sementara itu, AS, salah satu dari sekitar 50 negara yang telah mengakui Guaido sebagai pemimpin sah negara itu, telah menjatuhkan sanksi-sanksi terhadap Venezuela dalam upaya mengekang penjualan minyak internasionalnya.

PBB hari Selasa menyerukan semua pihak di Venezuela agar menghindari kekerasan sementara pemimpin oposisi yang menyebut diri presiden interim Juan Guaido menandaskan bahwa ia mendapat dukungan militer untuk menyingkirkan Presiden Nicolas Maduro.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menghimbau semua pihak untuk dapat mengekang diri dan meminta semua pemangku kepentingan di sana untuk menghindarkan kekerasan dan segera mengambil tindakan untuk memulihkan ketertiban.

Juru bicara PBB Stehane Dujarric mengatakan Guterres telah melakukan kontak dengan kedua pihak. (ps)

Recommended

XS
SM
MD
LG