Tautan-tautan Akses

Perbedaan Besar Bertahan pasca Putaran Pertama Pembicaraan Brexit


Perundingan perdagangan putaran pertama pasca Brexit antara Uni Eropa dan Inggris di Brussels Brussels, Belgia.

Uni Eropa dan Inggris, Kamis (5/3) menggarisbawahi perbedaan besar antara mereka sementara perundingan perdagangan putaran pertama berakhir di Brussels, tanpa adanya kemajuan tentang masalah yang paling diperdebatkan.

Kedua pihak berupaya membangun dasar-dasar baru bagi masa depan hubungan Uni Eropa-Inggris, sebulan setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa, mengakhiri 40 tahun keanggotaan yang sering kisruh.

Kepala perunding Uni Eropa Michel Barnier menegaskan, meskipun pembicaraan tampak ramah, ‘sejumlah perbedaan serius’ masih ada setelah pertemuan empat hari di Brussels yang melibatkan sejumlah pejabat dari masing-masing pihak.

Pemerintah Inggris memberikan analisis yang serupa, dan sekaligus memperingatkan bahwa meskipun “terdengar konstruktif ..., ada perbedaan yang signifikan," kata seorang juru bicara.

Adanya perbedaan posisi telah diketahui sejak lama, karena Inggris bertekad untuk bebas dari berbagai ketentuan yang diberlakukan Uni Eropa sementara Uni Eropa sendiri berkeras menegakkan sejumlah standar tentang kesehatan, dana bantuan Eropa dan lingkungan.

"Inggris menggunakan banyak waktu minggu ini dan berkeras tentang kemerdekaannya. Saudara-saudara, tak seorangpun, tidak seorang pun meragukan kebebasan Inggris," kata Barnier lebih lanjut.

Barnier mengemukakan perundingan macet dalam semua masalah ini termasuk kemampuan untuk memastikan persaingan yang adil dengan perusahaan Inggris, yang sering disebut sebagai ‘upaya menjaga peluang dan kesempatan yang setara.’

Masalah lain adalah keengganan Inggris menerima yurisprudensi pengadilan tinggi Uni Eropa, dan juga Pengadilan Eropa tentang Hak Asasi Manusia. Inggris berpendapat perbedaan pendapat itu bukan tuntutan yang umum dalam perjanjian perdagangan.

Namun, "terkait dengan perlindungan hak-hak warga Eropa, interpretasi hukum Eropa akan dan hanya dapat dilakukan" oleh pengadilan Uni Eropa, kata Barnier.

Penangkapan ikan tetap menjadi masalah utama karena Inggris berupaya memperketat pengawasan atas wilayah perairannya. [mg/ii]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG