Tautan-tautan Akses

Perancis: Keluarnya Inggris dari Uni Eropa 'Hari yang Menyedihkan'


Presiden Perancis Emmanuel Macron

Presiden Perancis Emmanuel Macron hari Rabu (29/1) mengatakan keluarnya Inggris dari Uni Eropa hari Jumat (31/1), merupakan "hari yang menyedihkan" dan "pelajaran bagi kita semua".

Berbicara setelah pertemuan di Paris dengan Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, pemimpin Perancis itu mengatakan: "Inggris meninggalkan Uni Eropa dua hari lagi, ini adalah hari yang menyedihkan, kegagalan dan pelajaran bagi kita semua."

Sementara Perancis menyesalkan keputusan Inggris untuk meninggalkan blok itu setelah 47 tahun, Macron memperingatkan Inggris bahwa Perancis tidak terburu-buru untuk mengadakan perjanjian perdagangan baru.

"Kami tidak akan tunduk pada segala tekanan atau ketergesaan," katanya, merujuk niat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk merundingkan kesepakatan menjelang akhir tahun ini, jadwal yang dianggap optimis oleh Uni Eropa.

Berbicara di parlemen Perancis, Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian mengatakan, "bagian tersulit terbentang di depan" pada perundingan Inggris dan Uni Eropa mengenai hubungan pasca-Brexit mereka.

Le Drian mengemukakan sejumlah peringatan dari para pemimpin Uni Eropa terhadap "segala bentuk persaingan tidak adil, dalam bidang apa pun" dari Inggris. (ps/ii)

Recommended

XS
SM
MD
LG