Tautan-tautan Akses

Perang Meluas, Taliban Bertekad Lindungi Pipa Gas


Para pekerja di perbatasan Turkmen-Afghan bersiap mengelas sambungan pertama pipa gas yang melintas garis perbatasan dalam upacara peresmian integrasi jalur pipa di Serhetabat, Turkmenistan, 23 Februari 2018.
Para pekerja di perbatasan Turkmen-Afghan bersiap mengelas sambungan pertama pipa gas yang melintas garis perbatasan dalam upacara peresmian integrasi jalur pipa di Serhetabat, Turkmenistan, 23 Februari 2018.

Taliban menepiskan kekhawatiran akan ancaman keamanan terhadap pembangunan jaringan pipa gas alam bernilai miliaran dolar. Pipa gas tersebut akan dibangun melewati kawasan Afghanistan barat yang dikuasainya.

Jaringan pipa gas alam yang disebut TAPI itu akan menghubungkan beberapa lapangan gas alam di Turkmenistan dengan Pakistan dan India melewati beberapa provinsi Afghanistan, termasuk Farah yang terletak dekat perbatasan Iran. Sumber gas alam di Turkmenistan itu dianggap yang terbesar keempat di dunia.

Permulaan minggu ini, pemberontak Taliban menyerang ibu kota provinsi, yang juga bernama Farah, dan hampir berhasil merebutnya. Jet-jet tempur Amerika membantu pasukan keamanan Afghanistan mengusir Taliban dari kota itu, walaupun pertempuran dilaporkan masih berlangsung di beberapa distrik yang berdekatan.

Juru bicara Taliban Zahibullah Mujahid mengatakan kepada VOA, Sabtu (19/5), kelompoknya telah berjanji akan bekerja sama untuk melindungi proyek pembangunan pipa gas alam itu. Katanya, proyek TAPI itu adalah “proyek nasional” yang nantinya juga akan menguntungkan rakyat Afghanistan.

“Kami tahu dimana kira-kira pipa minyak itu akan dibangun di Farah, dan kami akan mengusahakan supaya pertempuran tidak terjadi didekatnya,” kata Mujahid.

Kata Mujahid, pembangunan pipa gas alam itu baru mencapai Provinsi Herat dan belum memasuki kawasan Farah.” [ii]

XS
SM
MD
LG