Tautan-tautan Akses

Perang Lawan Polusi Dorong Penjualan Truk Gas di China


Sales manager Nie Liliang sits in an LNG truck in Yutian county, China

Suatu pagi di Yutian, sebuah kota berdebu yang terbelah oleh jalan raya yang menghubungkan Beijing ke pantai, Su Meiquan berjalan ke sebuah penjual resmi kendaraan yang penuh dengan truk raksasa dan bersiap untuk membeli sebuah kendaraan baru.

Setelah bertahun-tahun mengendarai truk berbahan bakar diesel untuk sebuah perusahaan angkutan truk, dia memutuskan untuk membeli kendaraannya sendiri - sebuah kendaraan merah terang yang berbahan bakar gas alam cair, yang memiliki kapasitas untuk mengangkut sebanyak 40 ton baja atau lempengan marmer.

Su berharap truk berbahan bakar LNG – yang lebih bersih dan lebih murah untuk dioperasikan daripada kendaraan diesel - akan menjadi batu loncatan untuk bisnisnya sendiri, menyusuri rute ke pinggiran barat China.

"Semua orang mengatakan bahwa gas lebih bersih dengan hampir tidak ada emisi," katanya setelah menandatangani setumpuk dokumen di kantor penjual resmi kendaran. Di depannya, foto pembalap berpose dengan bangga di depan truk LNG baru mereka, telah ditempel di dinding.

Beberapa orang sedang lari pagi melewati Pudong Financial District yang diselimuti kabut dan polusi di Shanghai, China, 14 April 2016. (Foto:Dok)
Beberapa orang sedang lari pagi melewati Pudong Financial District yang diselimuti kabut dan polusi di Shanghai, China, 14 April 2016. (Foto:Dok)

Penjualan truk LNG besar diperkirakan mencapai jumlah rekor di China tahun ini karena pemerintah telah melakukan kampanye anti-polusi yang mencakup pembatasan kendaraan berat berbahan bakar diesel.

Jumlah truk LNG mencapai sekitar empat persen dari lebih enam juta kendaraan berat dengan kapasitas angkut 40 sampai 49 ton yang saat ini lalu lalang di jalan-jalan di China. Sebagian besar dari 43 miliar ton kiriman barang di China diantarkan ke seluruh penjuru negeri menggunakan jalan raya.

Namun permintaan untuk truk LNG melonjak karena perusahaan dan produsen beralih ke kendaraan yang berbahan bakar gas yang dipandang Beijing sebagai bagian penting dari perang melawan kabut asap.

Penjualan truk-truk besar LNG melonjak 540 persen menjadi hampir 39.000 dalam tujuh bulan pertama tahun ini, menurut Cassie Liu, seorang analis truk pada IHS Markit.

Lonjakan penjualan truk-truk LNG salah satunya diakibatkan oleh larangan penggunaan truk diesel untuk mengangkut batubara tahun ini di pelabuhan-pelabuhan utara di provinsi seperti Hebei dan Shandong, dan di kota Tianjin.

"Kami melihat peningkatan penggunaan truk LNG tahun ini, berkat dorongan kebijakan pemerintah," kata Mu Lei, manajer pemasaran untuk China National Heavy Duty Truck Group, yang dikenal sebagai Sinotruk, produsen terbesar truk berat.

Pergeseran ke penggunaan truk berbahan bakar gas mendorong permintaan bahan bakar LNG di China, seperti juga tindakan pemerintah lainnya yang bertujuan untuk membersihkan udara, terutama di utara, yang diselimuti kabut berbahan bakar batubara berbahaya sepanjang musim dingin.

Sebuah truk di China dengan logo LNG
Sebuah truk di China dengan logo LNG

​Salah satu proyek utama adalah mengalirkan gas melalui pipa ke 1,4 juta rumah tangga di utara untuk pemanasan musim dingin ini, beralih dari batu bara.

Impor LNG China sudah melonjak sebanyak 45 persen sepanjang tahun ini. China sudah menjadi konsumen LNG nomor tiga terbesar di dunia.

Perusahaan China seperti Jereh Group dan ENN Energy Holding, yang membangun stasiun pengisian bahan bakar LNG, dan Zhangjiagang CIMC Sanctum Cryogenic Equipment Co., Ltd, yang mengkhususkan diri pada tangki LNG, diperkirakan mendapat keuntungan dari peningkatan penggunaan gas tersebut, kata para analis.

Pembatasan pemerintah tahun lalu untuk barang kargo yang melebihi kapasitas karena alasan keamanan, juga mendorong penjualan truk saat operator bergegas membeli truk yang lebih besar.Beijing juga akan memberlakukan pembatasan penggunaan truk-truk diesel untuk ribuan pabrik di utara. Kebijakan ini akan memaksa banyak orang untuk lebih banyak menggunakan kereta api dan sebagain lainnya untuk mempertimbangkan lori-lori bertenaga gas.

"Truk gas lebih ramah lingkungan dan lebih ekonomis," kata Lai Wei, general manager dari Tianjin Shengteng Transport Company, sebuah perusahaan truk yang dimiliki secara pribadi.

Lai menambah jumlah armada LNG tiga kali lipat menjadi lebih dari 100 pada akhir tahun ini. Ia menambahkan, 65 truk baru diantaranya adalah buatan Shaanxi Heavy Duty Automobile Co. Ltd, produsen kendaraan LNG terbesar di negara itu. [aa/fw]

XS
SM
MD
LG