Tautan-tautan Akses

Perang di Ukraina Picu Lonjakan Harga Pangan


Warga di Timur-Tengah dan Afrika utara ikut merasakan dampak perang di Ukraina dengan melonjaknya harga gandum dan roti (foto: ilustrasi).
Warga di Timur-Tengah dan Afrika utara ikut merasakan dampak perang di Ukraina dengan melonjaknya harga gandum dan roti (foto: ilustrasi).

Apa arti perang Rusia di Ukraina terhadap harga pangan di seluruh dunia? Dunia merasakan dampak perang di Ukraina mulai dari harga bensin hingga makanan. 

Harga makanan naik di manapun. Dan para ahli mengatakan kenaikan itu terjadi pada waktu yang sangat buruk.

Chris Barrett dari Cornell University mengatakan, "Tidak hanya soal harga pangan yang melambung tinggi. Ini adalah masa ketika banyak tempat sudah lumpuh akibat pandemi COVID, dan gangguan politik di tempat lain, juga oleh kekeringan, banjir dan bencana alam lainnya."

Rusia adalah pengekspor gandum terkemuka di dunia dan Ukraina adalah nomor lima. Kedua negara itu mengirim sekitar seperempat dari ekspor gandum dunia. Namun ketika perang pecah, Laut Hitam menjadi zona pertempuran. Sebagian kapal kargo terkena dampaknya. Tanpa sanksi pun ekspor akan terhenti.

Chris Barrett menambahkan, "Negara-negara yang mengimpor dari Ukraina dan Rusia tiba-tiba mendapati kontrak impor dibatalkan dan tidak memperoleh pengiriman makanan yang mereka harapkan, sehingga memaksa mereka membayar mahal di pasar untuk menggantikan pengiriman makanan yang tidak akan tiba. Akibatnya harga pangan naik di seluruh dunia."

Namun harga pangan telah meningkat selama hampir dua tahun ini.

Sebagian disebabkan cuaca buruk sehingga mengurangi panen di beberapa negara penghasil pangan dunia. Kurangnya cadangan pangan itu mendorong harga meroket, bahkan sebelum konflik mulai.

Kini, panen Ukraina berikutnya diragukan. Para petani harus bersiap untuk musim tanam berikutnya. Namun kini hal itu sulit dilakukan.

Petani Rusia juga terkena dampaknya. Mereka tidak terkena sanksi, tetapi bank Rusia yang dikenai sanksi. Jadi pada dasarnya menutup petani Rusia dari sistem keuangan.

Joe Jansen dari University of Illinois mengatakan, "Harga pupuk sudah cukup tinggi tahun lalu. Harga telah turun sedikit dalam beberapa bulan terakhir dan kini naik lagi, sebagian karena Rusia dan sekutunya Belarus adalah pengekspor utama pupuk."

Dampak Perang di Ukraina Terhadap Harga Pangan dan Bensin
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:34 0:00

Baik Rusia maupun Belarus keduanya berada di bawah sanksi atas serangan Rusia ke Ukraina. Namun masalahnya adalah panen berikutnya. Beberapa bagian negara Timur Tengah dan Afrika Utara kini merasakan dampaknya.

Sisi positifnya, penanaman musim semi belum dimulai di beberapa negara penghasil gandum yang besar. Petani mungkin akan mengganti sebagian lahan yang mereka rencanakan untuk menanam kedelai atau jagung, menjadi gandum. Lambat laun, upaya itu bisa menurunkan harga pangan. [ps/lt]

XS
SM
MD
LG