Tautan-tautan Akses

Perang antar Kartel Narkoba Mulai Lagi di Meksiko


Polisi Meksiko memindahkan blokade jalan-jalan pasca terjadinya perang antar geng narkoba di sana (foto: ilustrasi).

Para pejabat Meksiko menemukan 19 mayat di bagian barat negara itu, agaknya merupakan korban perang antar geng yang memperebutkan daerah kekuasaan masing-masing.

Pembunuhan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana geng-geng narkoba menyembunyikan korban mereka. Tapi kini mereka agaknya telah kembali menggunakan cara-cara lama ketika kelompok yang bersaing saling membuang mayat lawan di tempat-tempat terbuka.

Sembilan mayat ditemukan tergantung dari jembatan penyeberangan, tujuh mayat yang penuh luka bacokan dibuang di sebuah jalan di dekatnya, dan tiga mayat lain yang penuh lubang peluru tergeletak tidak jauh dari sana, kata Adrian Lopez, jaksa agung negara bagian Michoacan.

Spanduk yang dipasang dekat mayat-mayat yang digantung itu menunjukkan bahwa pembunuhan dilakukan oleh kartel narkoba Jalisco, dan merupakan peringatan bagi kelompok Viagra lawannya.

“Jadilah patriot, bunuh orang Viagra,” kata tulisan dalam spanduk itu.

Pembunuhan itu tampaknya bermula dari perebutan wilayah antara kedua kelompok narkoba itu, kata Lopez kepada wartawan hari Kamis (8/8).

Praktik membuang mayat lawan di tempat-tempat umum terjadi antara tahun 2006 dan 2012, ketika perang melawan narkoba dilancarkan oleh pemerintah Meksiko.

Amerika menyebut negara bagian Michoacan sebagai kawasan larangan berkunjung bagi warganya. (ii)

Recommended

XS
SM
MD
LG