Tautan-tautan Akses

Perancis Bekukan Aset Pejabat Iran


Kedutaan Iran di Perancis. (Foto: dok).

Perancis telah membekukan aset dua pejabat intelijen Iran sebagai tanggapan atas dugaan upaya pemboman yang digagalkan di luar Paris pada bulan Juni. Demikian menurut Kementerian Luar Negeri Perancis hari Selasa.

Pemerintah Perancis mengatakan, pihaknya juga membekukan aset-aset Kementerian Keamanan dan Intelijen Iran.

Kementerian dalam negeri,kementerianluar negeri, dan kementerian ekonomi Perancis mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa tindakan itu mencerminkan tekad pemerintah untuk memerangi terorisme.

“Dalam mengambil keputusan ini, Perancis menggarisbawahi tekadnya untuk memerangi terorisme dalam segala bentuknya, terutama di wilayah Perancis sendiri,” kata pernyataan itu.

Langkah-langkah itu mengancam akan memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara selagi Perancis berusaha mempertahankan Iran agar tetap berada dalam perjanjian tahun 2015 untuk membatasi program nuklirnya dan di tengah kerusuhan yang meluas di Timur Tengah.

“Aksi sangat serius yang hendak dilakukan di wilayah kami ini, tidak bisa dibiarkan tanpa tanggapan,” kata pemerintah Perancis.

Rencana serangan itu sedianya menarget pertemuan ribuan pendukung oposisi Iran. Pertemuan itu juga dihadiri oleh para pejabat tinggi Amerika, termasuk sekutu-sekutu dekat Presiden Donald Trump.

Perancis memberlakukan pembekuan aset selama enam bulan terhadap diplomat Iran Assadollah Asadi dan seorang pria lain yang diidentifikasi sebagai Saeid Hashemi Moghadam. Asadi dan lima orang lainnya ditangkap oleh polisi Eropa. Asadi dijadwalkan akan diekstradisi dari Jerman ke Belgia untuk diadili.

Iran membantah berperan dalam serangan yang digagalkan itu dan menuduh Mujahidin Rakyat Iran mengatur rencana itu untuk mendiskreditkan Presiden Iran Hassan Rouhani. [lt]

XS
SM
MD
LG