Tautan-tautan Akses

Penyelidik AS Temukan Kotak Hitam Kereta yang Keluar Rel


Kereta api penumpang Amtrak yang mengalami kecelakaan di Philadelphia, Selasa malam (12/5).
Kereta api penumpang Amtrak yang mengalami kecelakaan di Philadelphia, Selasa malam (12/5).

Tim penyelidik Amerika telah menemukan kotak hitam yang berisi data penting dari kereta api penumpang yang keluar dari relnya di kota Philadelphia.

Tim penyelidik kecelakaan kereta api Amtrak hari Rabu (13/5) menemukan kotak hitam yang berisi data perjalanan kereta api yang terguling di Philadelphia, sementara pihak berwenang terus menyisir gerbong-gerbong yang rusak berat akibat kecelakaan tersebut.

Sedikitnya tujuh orang tewas, 140 luka-luka – termasuk enam orang yang berada dalam kondisi kritis, ketika kereta api Amtrak Northeast Regional dengan tujuh gerbong yang sedang melakukan perjalanan dari Washington menuju ke New York mengalami kecelakaan Selasa malam (12/5).

Beberapa pejabat mengatakan ada beberapa orang dari 243 penumpang dan kru kereta api itu yang masih dinyatakan hilang atau belum diketahui keberadaannya, meskipun tidak menutup kemungkinan mereka mungkin telah meninggalkan lokasi tanpa cedera.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan ia dan Michelle “sangat terkejut dan sedih” dengan kecelakaan itu. “Amtrak dan Northeast Corridor adalah digunakan oleh banyak orang” – ujar Obama. “Dari Washington dan Philadelphia hingga ke New York dan Boston, tragedi ini menyentuh kita semua”.

Walikota Philadelphia Michael Nutter mengatakan kotak hitam kereta api tersebut – yang serupa dengan yang ada dalam pesawat terbang – telah dikirim ke pusat operasi Amtrak di negara bagian Delaware untuk diperiksa. Kotak hitam itu bisa memberi informasi tentang kecepatan dan faktor-faktor lain kereta api tersebut beberapa saat sebelum terguling.

Menurut Badan Jalur Kereta Api Federal FRA, kecepatan maksimum kereta api itu adalah 112 km per jam dan 80 km per jam ketika berbelok.

Analisa yang dilakukan kantor berita Associated Press atas sebuah kamera CCTV di lokasi – sebelum kecelakaan terjadi – menunjukkan kereta berada jauh diatas batas kecepatan yang diperbolehkan sebelum terguling sekitar tiga detik setelah melewati kamera CCTV itu.

Nutter mengatakan masinis kereta api cedera dalam kecelakaan itu dan setelah dirawat, ia telah memberikan pernyataan kepada polisi.

Para penumpang yang selamat mengatakan kereta api itu bergetar keras sewaktu berbelok sebelum akhirnya keluar jalur. Kecelakaan itu membuat sejumlah penumpang dan koper terlempar di dalam gerbong, sewaktu lokomotif dan enam gerbongnya terbalik.

“Ini benar-benar berantakan! Saya belum pernah melihat hal seperti ini dalam hidup saya,” ujar Nutter ketika tiba di lokasi.

Banyak penumpang yang terpana dan berdarah bisa keluar dari gerbong-gerbong kereta api, sementara yang masih terjebak harus menunggu datangnya petugas darurat, yang memotong bagian-bagian gerbong itu untuk mengeluarkan mereka.

Belum ada penjelasan apapun tentang penyebab kecelakaan tersebut dan Nutter menolak berspekulasi.

Akademi Angkatan Laut Amerika mengatakan salah seorang dari tujuh korban tewas adalah siswa akademi tersebut, yang sedang cuti dan dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

Seorang penumpang lainnya – mantan anggota Kongres dari negara bagian Pennsylvania Patrick Murphy – mengatakan ia sedang duduk di café gerbong ketika kereta itu terguling. Para penumpang yang duduk di sebelah kiri terlempar ke sisi kanan. Ditambahkannya, kereta api itu tampaknya berkecepatan 100 kilometer per jam ketika terguling.

Lokasi kecelakaan itu tidak jauh dari lokasi tergulingnya kereta api penumpang tahun 1943 yang menewaskan 79 orang. Kereta api naas itu juga sedang melaju dari Washington menuju ke New York.

Amtrak – layanan kereta api penumpang yang dibiayai oleh pemerintah – hari Rabu (13/5) hanya mengadakan layanan terbatas antara Washinton menuju Philadelphia, dan menangguhkan seluruh layanan antara Philadelphia menuju New York.

Amtrak yang merupakan salah satu kereta api tersibuk di Northeast Corridor dan melayani jalur Washington menuju ke Boston, membawa 11,6 juta penumpang per tahun.

(VOA/Ken Bredemeier).

XS
SM
MD
LG