Tautan-tautan Akses

Penyelidik Anti-Doping Rekomendasikan Larangan 4 Tahun untuk Rusia


Kantor Komite Olimpiade Rusia di Moskow, Rusia, 28 Februuari 2018. (Foto: dok).

Rusia dilarang berpartisipasi selama empat tahun dalam beberapa acara olahraga global, termasuk Olimpiade Tokyo tahun depan, karena gagal bekerja sama dengan penyelidik anti-doping. 

Rekomendasi larangan yang disampaikan hari Selasa (26/11) oleh panel kepatuhan Badan Anti-Doping Dunia (WADA), dilakukan setelah para penyelidik menemukan bukti bahwa para pejabat Rusia diduga telah menghapus dan menghalangi tes obat-obatan positif dari sebuah database di laboratorium Moskow awal tahun ini.

Komite eksekutif badan anti-doping akan memutuskan pada pertemuan di Paris 9 Desember apakah akan menyetujui sanksi, termasuk mencabut Rusia dari acara olahraga yang telah diberikan kepada negara itu "kecuali jika secara hukum atau tidak mungkin melakukannya."

Pejabat pemerintah Rusia juga akan dilarang menghadiri acara-acara olah raga selama empat tahun ke depan dan bendera negara itu tidak akan dikibarkan di turnamen olahraga dunia selama periode larangan itu.

Rusia dilarang mengirim tim ke Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan, tetapi atlet perseorangan dari negara itu, oleh Komite Olimpiade Internasional diizinkan bertanding, jika mereka lulus tes doping yang berat.

Rekomendasi larangan baru itu merupakan putaran terbaru dalam skandal besar doping yang didukung negara yang dimulai sebelum Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014 dan dikatakan menyaingi besarnya skandal program obat-obatan Jerman Timur yang luas dan terkenal pada tahun-tahun Perang Dingin.

Saran panel ahli akan mencakup larangan bagi tim Rusia untuk berkompetisi pada Piala Dunia 2022 di Qatar, tetapi Rusia masih bisa menyelenggarakan empat pertandingan dari Kejuaraan Eropa 2020 di St Petersburg karena itu adalah turnamen sepak bola regional bukan kompetisi dunia.

Kepala Badan Anti-Doping AS Travis Tygart menyambut baik rekomendasi sanksi-sanksi itu, dan mengatakan rekomendasi itu "mengakui perilaku mengerikan Rusia terhadap atlet-atlet yang bersih dan sekarang mari kita semua berharap komite eksekutif Wada menggunakan tekad yang sama untuk memastikan atlet bersih tidak lagi dikhianati dan sebenarnya mendukung hasil yang disayangkan namun diperlukan ini. "

Badan anti doping Rusia (Rusada) awalnya dinyatakan tidak patuh pada November 2015 setelah sebuah laporan pengacara dan akademisi olahraga Richard McLaren mendapati bukti luas doping yang disponsori negara, pada lintasan dan lapangan atletik Rusia.

Laporan berikutnya pada tahun 2016 yang diperintahkan oleh WADA menuduh Rusia melakukan program doping yang disponsori negara selama empat tahun pada "sebagian besar" olahraga Olimpiade musim panas dan musim dingin. Tahun lalu badan olahraga negara itu dinyatakan patuh, setelah merilis data dari laboratorium utama anti-dopingnya di Moskow, tetapi menurut para peneliti data yang diserahkan pada Januari terbukti "tidak otentik". (my/vm)

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG