Tautan-tautan Akses

AS

Penutupan Sebagian Pemerintah AS Masuki Hari Ketiga


Gedung Capitol di Washington DC, pada hari pertama penutupan pemerintah Amerika Serikat, 20 Januari 2018.

Senat Amerika akan melakukan pemungutan suara pada Senin tengah hari mengenai legislasi untuk membuka kembali pemerintah hingga 8 Februari, meskipun belum ada kepastian legislasi tersebut akan lolos.

Pemimpin Senat Mitch McConnell dan Chuck Schumer masih terus merundingkan kesepakatan untuk membuka kembali kegiatan pemerintah dan memulai pembahasan legislatif mengenai perlindungan terhadap sejumlah imigran muda. Akan tetapi Schumer menyatakan kedua pihak belum mencapai suatu kesepakatan.

Penutupan sebagian kegiatan pemerintah Amerika dimulai Sabtu dini hari, tetapi baru sangat terasa pada hari Senin (22/1), sewaktu kantor-kantor federal di berbagai penjuru Amerika, yang biasanya buka, tetap tutup.

Mitch McConnell, pemimpin fraksi Republik yang mayoritas di Senat, mengatakan, “Ini membuat kita menggeleng-gelengkan kepala. Siapa yang memunculkan gagasan ini?.”

Sementara itu Senator Jon Tester dari fraksi Demokrat mengatakan, “Lembaga ini bahkan tidak dapat bersepakat untuk membayar tentara-tentara kita. Betapa telah tak berfungsinya kita.”

Kebuntuan yang mendasar masih berkenaan dengan waktu dan substansi reformasi imigrasi, termasuk mengenai nasib ratusan ribu imigran ilegal yang dibawa ke Amerika sewaktu mereka masih anak-anak.

Senator Mitch McConnell mengemukakan, “Dalam survei baru-baru ini, mayoritas rakyat Amerika menyatakan tetap membuka pemerintah lebih tinggi prioritasnya daripada menutup pemerintah sehubungan dengan masalah imigrasi ilegal.”

Sementara itu, pemimpin fraksi minoritas Demokrat, Senator Chuck Schumer, mengatakan, “Pemimpin Republik ingin membuat Anda percaya bahwa kami, Demokrat, yang memaksakan penutupan. Ia lupa bahwa beberapa anggota partainya sendiri menentang legislasi anggaran. Apakah mereka menjadikan pemerintah sebagai sandera terkait masalah imigrasi ilegal? Tidak, tampaknya tidak seperti itu.”

Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan melalui cuitan di Twitter. Ia menulis bahwa "Demokrat hanya menghendaki imigran ilegal mengalir ke Amerika tanpa kendali."

Sementara itu, sebuah iklan baru yang disetujui oleh Trump dilansir dengan tujuan mempersatukan para pendukung inti presiden dan menyerang Demokrat dengan pernyataan yang sangat keras. "Presiden Trump benar. Bangun tembok perbatasan. Deportasi para penjahat. Hentikan imigrasi ilegal sekarang. Demokrat yang menghalangi kita akan terlibat dalam setiap pembunuhan yang dilakukan oleh imigran ilegal.”

Fraksi Demokrat menyatakan tidak akan terpancing oleh serangan pernyataan-pernyataan palsu, seraya menambahkan bahwa pemimpin Demokrat di Senat setuju untuk mendanai pembangunan tembok perbatasan dalam perundingan langsung dengan Trump pekan lalu, tetapi Gedung Putih menolak kesepakatan itu.

Senator Dick Durbin dari partai Demokrat, dalam acara televisi ABC This Week menyatakan, “Pemimpin fraksi minoritas Chuck Schumer ke sana dengan iktikad baik dan membuat apa yang saya anggap sebagai konsesi signifikan bagi presiden untuk upaya anehnya membangun tembok di perbatasan kita dengan Meksiko. Dan, meskipun ada upaya tersebut, beberapa jam kemudian staf presiden menelpon kembali dan menyatakan, ini sudah berakhir.”

Hanya layanan mendasar pemerintah yang masih terus dilakukan selama penutupan ini, dan banyak pegawai federal yang tidak bekerja. Penutupan kegiatan pemerintah selama 16 hari pada tahun 2013 telah menimbulkan kerugian sekitar 24 miliar dolar bagi ekonomi Amerika. [uh/lt]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG